KENDARI — Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menegaskan bahwa perpanjangan status tanggap darurat ini bukan sekadar formalitas. Keputusan diambil berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi di lapangan yang menunjukkan penanganan masih membutuhkan perhatian lanjutan.
"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Forkopimda, BPBD, hingga camat, bekerja secara maksimal mulai hari ini. Kita maksimalkan penanganan agar tidak ada korban, utamanya korban jiwa," kata Sudirman saat memimpin rapat koordinasi, Minggu.
Pemkot Kendari meminta seluruh perangkat daerah dan instansi teknis terkait untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Beberapa prioritas penanganan yang ditekankan meliputi:
Sudirman berharap kondisi Kota Kendari bisa kembali normal sebelum masa perpanjangan tujuh hari berakhir. Ia menekankan pentingnya sinergi dan gerak cepat dari seluruh pihak agar pemulihan berjalan lebih efektif.
"Kita berharap belum sampai tujuh hari ke depan, kondisi Kota Kendari sudah kembali normal," ujarnya.
Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama masa tanggap darurat berlangsung.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, serta sejumlah instansi vertikal terkait.