SULAWESI TENGGARA — Lille memastikan tempat di Liga Champions 2026/2027 setelah finis di posisi ketiga klasemen akhir Ligue 1. Satu nama yang turut menorehkan sejarah di balik pencapaian ini adalah Calvin Verdonk, pemain Timnas Indonesia yang baru bergabung pada September 2025.
Verdonk didatangkan dari NEC Nijmegen sebagai pelapis Romain Perraud di pos bek kiri. Data membuktikan peran itu: dari 18 penampilan di Ligue 1, ia hanya tujuh kali menjadi starter.
Namun cerita berbeda terjadi di pentas Eropa. Pelatih Bruno Genesio justru mempercayakan Verdonk sebagai pilihan utama di Liga Europa 2025/2026. Dari tujuh pertandingan, pemain 29 tahun itu lima kali dipercaya bermain sejak menit awal.
Kepercayaan Genesio terhadap Verdonk tidak berhenti di kompetisi Eropa. Di Ligue 1, ia mendapat keistimewaan menjadi starter saat Lille menghadapi dua tim raksasa: Olympique Lyon dan Marseille. Keputusan ini menjadi isyarat kuat akan mentalitas dan konsistensi yang dimiliki pemain kelahiran Doordrecht tersebut.
Total, Verdonk mencatatkan 1.242 menit bermain di semua kompetisi musim ini. Satu assist ia sumbangkan di ajang Liga Europa untuk Les Dogues.
Lolosnya Lille ke Liga Champions musim depan membuat Verdonk berpotensi menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kasta tertinggi antarklub Eropa. Sebelumnya, beberapa nama keturunan Indonesia seperti Giovanni van Bronckhorst, Radja Nainggolan, dan Tijjani Reijnders sudah lebih dulu menorehkan catatan serupa. Emil Audero Mulyadi juga pernah bermain di Liga Champions, tetapi saat itu ia masih menggunakan paspor Italia.
Jika Verdonk benar-benar melangkah ke lapangan hijau Liga Champions musim depan, ia akan membuka pintu baru bagi pesepak bola Indonesia di panggung paling bergengsi Eropa.