KENDARI — Angka kebutuhan telur untuk program MBG di Kota Kendari mencapai 98.000 butir per hari. Angka itu baru untuk kebutuhan program, belum termasuk permintaan masyarakat umum dan restoran yang jumlahnya lebih besar lagi.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyatakan, pihaknya menggandeng Pemkab Sidrap untuk memastikan pasokan telur dan beras tetap lancar. "Di Kota Kendari, untuk telur sendiri, kami butuh per hari 98 ribu butir telur. Kebutuhan itu baru difokuskan pada Program MBG," kata Siska di Kendari, Sabtu.
Kendari memiliki area persawahan, namun hasil produksi lokal belum mampu menutupi kebutuhan seluruh warga kota. Siska mengakui, sektor pertanian di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara itu masih terbatas.
"Potensi masing-masing daerah berbeda-beda. Sidrap unggul di sektor pertanian, sementara Kota Kendari memiliki potensi di sektor perikanan dan sumber daya alam lainnya. Karena itu kolaborasi antar-daerah sangat penting," ujarnya.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan kesiapannya menyuplai beras dan telur untuk program MBG di Kendari. Ia menyebut, ribuan warga asal Sidrap yang sudah menetap dan bekerja di Kendari bisa menjadi penghubung pemasaran komoditas unggulan tersebut.
"Beras dan telur tentu kami siap menyuplai kebutuhan pangan di Kota Kendari. Produksi dari Sidrap nantinya juga dipasarkan melalui warga Sidrap yang tinggal di Kendari," kata Syaharuddin.
Kerja sama ini tidak hanya satu arah. Syaharuddin mengungkapkan, Pemkab Sidrap juga ingin mengadopsi keberhasilan Pemkot Kendari dalam pembangunan dan penataan estetika kota.
"Kami juga siap belajar bagaimana menata Kabupaten Sidrap seperti cantiknya dan kemajuan Kota Kendari sekarang," jelasnya.
Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait perdagangan komoditas unggulan antardaerah oleh Wali Kota Kendari dan Bupati Sidrap.