KENDARI — Di tengah keterbatasan anggaran yang menjadi persoalan hampir seluruh pemerintah daerah, Kabupaten Wajo justru menuai pengakuan nasional. Daerah ini dinilai berhasil menemukan cara-cara kreatif agar pembangunan tetap berjalan meski ruang fiskal semakin terbatas.
Penghargaan diserahkan dalam forum yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Nama Kabupaten Wajo diumumkan sebagai peraih peringkat pertama tingkat kabupaten untuk kategori Creative Financing.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada daerah-daerah yang menunjukkan capaian terbaik dalam sektor strategis, termasuk inovasi pembiayaan pembangunan. Menurut Tito, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Bagi Wajo, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu ditentukan oleh besarnya dana yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah daerah mengelola peluang yang ada.
Banyak daerah lain yang masih bergantung penuh pada APBD untuk membiayai pembangunan. Namun Wajo memilih jalan berbeda dan kini diakui oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai yang terbaik di regional Sulawesi.
Bupati Wajo Andi Rosman menerima penghargaan tersebut didampingi Sekretaris Daerah Wajo Armayani. Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi diselenggarakan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain untuk tidak hanya mengandalkan anggaran besar, tetapi mampu berinovasi dalam pembiayaan pembangunan demi pelayanan publik yang lebih baik.