SULAWESI TENGGARA — Aturan baru ini diumumkan FIFA melalui media sosial resminya pada Jumat (29/5/2026) waktu setempat. Kebijakan hanya berlaku untuk botol sekali pakai berbahan plastik lunak—botol isi ulang keras tetap dilarang.
“Semua penggemar boleh membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (590 ml) yang masih tersegel pabrik ke dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dan Kanada,” demikian pernyataan FIFA.
FIFA beralasan botol keras berpotensi menjadi proyektil ke arah pemain, suporter lawan, atau petugas keamanan. Aturan botol isi ulang tidak berubah meski kebijakan botol plastik sekali pakai sudah dilonggarkan.
Keputusan awal FIFA sempat memicu kritik keras. Banyak pihak menilai larangan total botol minum membahayakan kesehatan penonton, terutama karena turnamen berlangsung di musim panas dengan suhu diperkirakan tembus 32 derajat Celsius di sejumlah kota tuan rumah. Cuaca ekstrem juga dibayangi potensi hujan badai dan petir.
Selain alasan kesehatan, FIFA mendapat tudingan bahwa larangan itu menguntungkan penjualan minuman di dalam stadion. Air mineral, minuman ringan, dan jus selama Piala Dunia dipasok secara eksklusif oleh Coca-Cola—salah satu sponsor utama FIFA. Tudingan konflik kepentingan ini ikut mendorong tekanan publik agar aturan diubah.