SULAWESI TENGGARA — Pertandingan di Stadion Azteca, Kota Meksiko, berjalan brutal sejak menit awal. Wasit asal Argentina, Facundo Tello, mengeluarkan total enam kartu dalam 90 menit — tiga merah dan tiga kuning — menjadikannya salah satu laga pembuka paling keras dalam sejarah turnamen.
Afrika Selatan harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-23 setelah bek tengah Mothobi Mvala mendapat kartu merah langsung karena tekel keras ke kaki Hirving Lozano. Keputusan wasit langsung memicu protes dari bangku cadangan Bafana Bafana.
Unggul jumlah pemain, Meksiko langsung menekan. Gol pertama lahir di menit ke-34 lewat sundulan Raul Jimenez memanfaatkan tendangan bebas Luis Chavez. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan justru meningkat. Meksiko menggandakan keunggulan di menit ke-58 melalui aksi individu Lozano yang menusuk dari sayap kanan lalu melepas tembakan mendatar ke sudut gawang.
Kekalahan 2-0 membuat Afrika Selatan kehilangan kendali. Gelandang Teboho Mokoena mendapat kartu kuning kedua di menit ke-67 karena pelanggaran keras dari belakang. Dua menit berselang, Meksiko juga harus kehilangan pemain setelah bek Cesar Montes diganjar kartu merah langsung karena sikutannya ke wajah pemain Afrika Selatan saat duel udara.
Afrika Selatan yang tersisa sembilan pemain kebobolan lagi di menit ke-82. Kali ini, Edson Alvarez mencetak gol ketiga lewat sepakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi kiper Bruce Bvuma.
Ini menjadi laga pembuka Piala Dunia dengan jumlah kartu merah terbanyak sejak Portugal vs Belanda di Piala Dunia 2006 yang juga mengeluarkan empat kartu merah.
Kemenangan ini membawa Meksiko memuncaki klasemen Grup A dengan tiga poin. Mereka unggul selisih gol atas laga lain yang mempertemukan Portugal vs Arab Saudi. Afrika Selatan harus segera bangkit jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Meksiko akan menghadapi Portugal di laga kedua, sementara Afrika Selatan berhadapan dengan Arab Saudi. Kedua pertandingan akan digelar pekan depan.