SULAWESI TENGGARA — Pelatihan yang digelar selama tiga hari itu melibatkan 50 peserta eksternal—terdiri dari pengawas SPBU di wilayah Banda Aceh—dan 25 pekerja serta operator SPBU. Kegiatan diawali dengan pelatihan First Aider di Ruang Serbaguna Sales Area Retail Aceh, kemudian dilanjutkan dengan tabletop exercise sebelum akhirnya peserta turun ke lapangan.
Dalam simulasi utama, peserta mempraktikkan penanganan kondisi darurat dengan skenario luberan BBM saat proses pembongkaran. Kondisi itu kemudian berkembang menjadi kebakaran yang melibatkan mobil tangki milik PT Elnusa Petrofin di area SPBU. Skenario ini sengaja dipilih untuk menguji koordinasi antar fungsi dan kesiapan personel menghadapi insiden operasional nyata.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Sales Area Retail Aceh, Fuel Terminal Krueng Raya, PT Elnusa Petrofin, serta tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
“Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait memiliki kesiapan serta kemampuan respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat sehingga risiko terhadap manusia, lingkungan, maupun aset perusahaan dapat diminimalkan,” ujar Fahrougi, Jumat (12/6).
Regional Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menekankan bahwa budaya keselamatan harus diinternalisasi oleh seluruh elemen, bukan hanya fungsi HSSE. Ia menyebut simulasi berkala menjadi kunci untuk memastikan setiap personel siap bertindak cepat saat keadaan darurat terjadi.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab fungsi HSSE, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja dan mitra kerja dalam setiap aktivitas operasional,” kata Agoeng. Ia menambahkan, melalui simulasi yang dilakukan secara berkala, pihaknya berharap seluruh personel semakin siap sehingga risiko terhadap manusia, lingkungan, aset, dan keberlangsungan operasional dapat diminimalkan.
Melalui kegiatan ini, Pertamina menargetkan seluruh peserta memahami peran dan tanggung jawab masing-masing saat terjadi kondisi darurat. Perusahaan juga berharap koordinasi lintas fungsi dan budaya HSSE semakin kuat guna mendukung operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. Simulasi serupa direncanakan berlangsung secara berkala di titik-titik SPBU lain di wilayah Sumatera Bagian Utara.