KENDARI — Ali Hanafiah menyebut musyawarah daerah sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader muda di Bumi Anoa. Ia berharap dari forum ini lahir figur yang mampu mengawal pembangunan daerah dan nasional.
Menurut Ali, Musda VII ini menjadi wadah bagi pemuda Sultra untuk menentukan arah organisasi ke depan. Ia menegaskan bahwa KNPI memiliki tanggung jawab besar sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan agenda pembangunan.
"Hari ini adalah momentum para pemuda untuk melaksanakan musyawarah daerah. Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda VII DPD KNPI Sulawesi Tenggara. Saya berharap dari forum ini lahir pemuda terbaik yang akan memimpin KNPI Sultra ke depan," kata Ali kepada wartawan di sela acara.
Ali mengimbau seluruh peserta musda untuk menjadikan agenda ini sebagai ajang memperkuat kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa pemuda harus tampil sebagai perekat bangsa di tengah arus globalisasi dan berbagai tantangan sosial-politik.
"Saya mengimbau seluruh pemuda Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara, agar menjadikan Musda ini sebagai momentum persatuan. Pemuda harus tampil sebagai perekat dan pemersatu bangsa di tengah berbagai tantangan global yang kita hadapi saat ini," ujarnya.
Ketum DPP KNPI berharap kepengurusan baru nantinya mampu menyelaraskan program kepemudaan dengan prioritas pembangunan di Sultra. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi pemuda dan pemerintah daerah untuk menciptakan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Musda ini harus menjadi kawah candradimuka bagi pemuda Sulawesi Tenggara untuk bersatu, memperkuat kolaborasi, serta menyelaraskan program kepemudaan yang mendukung pembangunan daerah maupun nasional," katanya.
Musda VII DPD KNPI Sultra dihadiri oleh pengurus DPP, perwakilan DPD kabupaten/kota se-Sultra, serta sejumlah tokoh pemuda. Proses pemilihan ketua baru dijadwalkan berlangsung hingga malam hari.