Bos Treyarch, Studio di Balik Call of Duty Black Ops, Pensiun Setelah 22 Tahun – Dua Veteran Naik Jadi Pimpinan Baru

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 09:50:31 WIB
Mark Gordon resmi pensiun setelah 22 tahun memimpin Treyarch, studio di balik Call of Duty Black Ops.

Kabar ini diumumkan langsung oleh Treyarch melalui surat terbuka di media sosial, Senin (15/4) waktu setempat. Dalam pernyataannya, studio yang berbasis di Santa Monica itu menyebut kontribusi Gordon terhadap waralaba Call of Duty tidak terukur — mulai dari Call of Duty 2: Big Red One, Call of Duty 3, World at War, hingga seluruh rangkaian Black Ops yang menjadi salah satu sub-franchise paling laris di industri gim.

Dari Internal, Bukan Rekrutan Luar

Keputusan mengangkat Hendrickson dan Miller sebagai pimpinan bersama bukan tanpa alasan. Keduanya adalah wajah lama di Treyarch dengan pengalaman puluhan tahun mengembangkan gim tembak-menembak paling populer di dunia.

"Kevin dan Yale adalah veteran franchise ini dengan pengalaman pengembangan dan kepemimpinan selama beberapa dekade," tulis Treyarch dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Windows Central. "Mereka membawa pengetahuan mendalam tentang gim dan komitmen terhadap budaya studio serta ambisi kreatif Treyarch."

Langkah ini menunjukkan Treyarch memilih stabilitas ketimbang mencari figur baru dari luar — strategi yang cukup umum di Xbox Game Studios pasca-akuisisi Activision Blizzard senilai Rp 106 triliun pada 2023.

Waralaba Black Ops Jadi Prioritas

Di bawah komando baru, Treyarch dipastikan akan fokus menggarap seri Black Ops berikutnya. Namun, studio ini juga tercatat sebagai salah satu kontributor pengembangan Call of Duty: Modern Warfare 4 yang akan dirilis tahun ini — gim yang dikerjakan oleh Infinity Ward sebagai studio utama.

Beban Treyarch kini cukup berat. Sebagai salah satu dari tiga studio inti Call of Duty (bersama Infinity Ward dan Sledgehammer Games), Treyarch bertanggung jawab menjaga ritme rilis tahunan franchise yang menyumbang miliaran dolar bagi Microsoft setiap tahunnya.

Mark Gordon: Arsitek di Balik Layar

Gordon sendiri memilih pensiun dengan alasan "fokus pada babak berikutnya" dalam hidupnya. Ia tidak memberikan pernyataan detail soal rencana ke depannya.

Selama 22 tahun di Treyarch, Gordon naik dari posisi produksi hingga menjadi studio head. Ia adalah figur yang relatif jarang tampil di depan publik, tapi memiliki pengaruh besar terhadap arah kreatif dan budaya kerja di studio. Kepergiannya di usia industri yang matang — di tengah tekanan Microsoft untuk memproduksi gim secara konsisten — menjadi ujian pertama bagi duet Hendrickson dan Miller.

Bagi penggemar Call of Duty di Indonesia — yang termasuk salah satu basis pemain terbesar di Asia Tenggara — perubahan pucuk pimpinan ini mungkin tidak langsung terasa. Namun, arah pengembangan Black Ops berikutnya akan menjadi bukti pertama apakah suksesi ini berjalan mulus atau justru menimbulkan gesekan internal.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: windowscentral.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top