Gempa M 6,7 Guncang Palu, Warga Berhamburan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Penulis: Toni Haryadi  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 15:29:31 WIB
Warga Palu berhamburan keluar gedung saat gempa magnitudo 6,7 mengguncang siang ini.

SULAWESI TENGGARA — Guncangan keras terjadi pada siang hari, membuat warga yang sedang beraktivitas di dalam gedung maupun di luar rumah berhamburan keluar. Sejumlah titik di pusat kota dilaporkan mengalami kemacetan akibat arus warga yang berusaha menyelamatkan diri ke tempat terbuka.

BMKG Rilis Data Gempa, Pusat di Laut 10 Kilometer Barat Laut Palu

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan resmi menyatakan episenter gempa berlokasi di laut, sekitar 10 kilometer arah barat laut Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. “Gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujarnya.

BMKG mencatat parameter gempa menunjukkan magnitudo 6,7. Getaran dirasakan cukup kuat di Kota Palu dan sekitarnya selama beberapa detik. Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai potensi tsunami.

Warga Trauma, Riwayat Gempa dan Tsunami 2018 Masih Membekas

Kepanikan yang terjadi tak lepas dari ingatan kolektif warga Palu terhadap bencana gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan kota tersebut pada 28 September 2018 silam. Peristiwa yang menewaskan ribuan jiwa itu membuat respons terhadap guncangan gempa kecil sekalipun menjadi sangat sensitif.

“Kami langsung lari begitu merasakan getaran. Trauma 2018 masih terasa,” ujar seorang warga di lokasi kejadian. Suasana mencekam sempat terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan dan perkantoran sebelum akhirnya situasi berangsur kondusif.

Tindak Lanjut dan Imbauan Waspada Gempa Susulan

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa M 6,7 tersebut.

Pihak berwenang setempat telah mengerahkan personel untuk melakukan patroli dan memastikan situasi tetap aman. Warga diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak, dan memeriksa kondisi rumah tinggal sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG untuk menghindari kesimpangsiuran data di lapangan.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top