ASUS baru saja mengumumkan kehadiran ROG Rapture GT-BN98 Pro, yang diklaim sebagai router gaming pertama di dunia dengan standar Wi-Fi 8. Perangkat ini bukan sekadar router biasa—dengan desain agresif dan bodi seukuran konsol game, GT-BN98 Pro lebih mirip pesawat luar angkasa mini yang mendarat di meja TV Anda. Namun, di balik spesifikasi gila-gilaan itu, ada masalah besar: ekosistem Wi-Fi 8 belum ada.
Router anyar ini dibekali chipset quad-core terbaru, dukungan triple-band, dan teknologi beamforming generasi ke-8. Secara teori, Wi-Fi 8 menjanjikan kecepatan transfer data hingga puluhan gigabit per detik dengan latensi di bawah satu milidetik. Tapi kenyataannya, standar IEEE 802.11bn—nama resmi Wi-Fi 8—masih dalam tahap finalisasi dan belum diratifikasi.
Akibatnya, perangkat klien seperti ponsel flagship, laptop gaming, atau konsol PlayStation dan Xbox belum ada yang memiliki chipset Wi-Fi 8. Pengguna yang membeli router ini hanya akan mendapat koneksi Wi-Fi 7 atau bahkan Wi-Fi 6E, tergantung perangkat yang terhubung.
ASUS belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia, namun di Amerika Serikat router ini dibanderol USD 999 (sekitar Rp 16 juta). Angka itu setara dengan harga laptop gaming kelas menengah atau satu unit konsol generasi terbaru. Untuk ukuran router, nominal tersebut sangat sulit diterima akal sehat—apalagi jika fungsinya belum bisa optimal.
Di pasar Indonesia, router gaming premium biasanya dibanderol antara Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. Lonjakan harga ke level Rp 16 juta membuat GT-BN98 Pro masuk kategori barang kolektor, bukan perangkat fungsional.
Standar Wi-Fi 8 diperkirakan baru akan diratifikasi oleh IEEE pada akhir 2026 atau awal 2027. Setelah itu, butuh waktu setidaknya satu tahun lagi bagi produsen chip seperti Qualcomm, MediaTek, atau Broadcom untuk memproduksi chipset klien dalam jumlah massal. Artinya, smartphone atau laptop dengan dukungan Wi-Fi 8 asli kemungkinan baru muncul di pasar pada 2028.
Sampai saat itu tiba, router seharga Rp 16 juta ini hanya akan bekerja pada kecepatan Wi-Fi 7—yang sudah bisa didapatkan dengan harga sepertiganya. ASUS sendiri tampaknya menyadari situasi ini dan lebih menyasar gamer hardcore yang ingin menjadi early adopter, bukan konsumen mainstream.
Jawaban singkatnya: tidak. Kecuali Anda seorang kolektor gadget dengan anggaran tak terbatas, membeli ROG Rapture GT-BN98 Pro sekarang adalah keputusan finansial yang buruk. Teknologi Wi-Fi 8 memang menggiurkan, tapi tanpa perangkat pendukung, router ini hanya akan menjadi pajangan mahal di atas meja.
Untuk pengguna di Indonesia yang membutuhkan koneksi gaming stabil dan cepat, router Wi-Fi 7 atau Wi-Fi 6E flagship sudah lebih dari cukup. ASUS sendiri masih menjual lini ROG Rapture GT-AX11000 dan GT-AXE16000 yang harganya jauh lebih rasional. Tunggu hingga 2028, baru pertimbangkan untuk upgrade ke Wi-Fi 8.