SULAWESI TENGGARA — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak main-main dalam menyikapi pemadaman listrik yang melanda sebagian wilayah Jawa dan Bali beberapa waktu lalu. Ia langsung memerintahkan jajaran direksi PT PLN untuk melakukan evaluasi total, dari hulu ke hilir. Sorotan tajam Menteri Bahlil tertuju pada manajemen rantai pasok energi yang dinilai amburadul dan menjadi akar gangguan.
Dalam pernyataannya, Bahlil menegaskan bahwa masalah yang terjadi bukanlah force majeure atau bencana alam. "Ini murni kesalahan manajemen rantai pasok PLN. Sistem pengadaan dan distribusi batu bara ke pembangkit tidak berjalan dengan baik," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada satu titik. "Jangan hanya memperbaiki yang rusak, tetapi perbaiki sistemnya agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Bahlil.
Gangguan kelistrikan ini langsung terasa dampaknya. Sejumlah kawasan industri di Jawa Barat dan Banten melaporkan penurunan produksi akibat suplai listrik yang tidak stabil. Sementara itu, di sisi rumah tangga, keluhan warga pun berdatangan karena aktivitas sehari-hari terganggu.
Pemerintah menilai situasi ini sangat krusial. Listrik adalah denyut nadi perekonomian. Jika pasokannya tidak andal, iklim investasi bisa terganggu dan target pertumbuhan ekonomi nasional terancam.
Menyusul arahan Menteri, PLN langsung bergerak melakukan langkah-langkah pemulihan. Prioritas utama adalah memastikan pasokan batu bara ke pembangkit-pembangkit yang sempat kritis. Selain itu, audit terhadap sistem manajemen rantai pasok juga tengah dipercepat.
Bahlil mengingatkan bahwa keandalan listrik adalah harga mati. Ia tidak segan memberikan sanksi tegas jika ditemukan kelalaian serius di tubuh PLN. "Ini peringatan untuk semua. Jangan main-main dengan urusan energi rakyat," pungkasnya.
Ke depan, pemerintah mendorong transformasi digital dalam sistem monitoring rantai pasok PLN agar setiap potensi gangguan bisa terdeteksi lebih dini. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di pulau Jawa yang menjadi pusat industri dan ekonomi nasional.