SULAWESI TENGGARA — Keputusan ini diambil di tengah tekanan transformasi bisnis yang dihadapi perusahaan listrik pelat merah. Selain mempertahankan Darmawan, pemegang saham juga menunjuk Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama, posisi yang sebelumnya tidak ada dalam struktur. Yusuf sebelumnya menjabat Direktur Legal dan Manajemen Human Capital.
Wajah Baru di Lini Keuangan dan Teknologi
Perubahan paling mencolok terjadi di jajaran direksi. Empat nama lama tidak lagi tercantum: Sinthya Roesly (Direktur Keuangan), Adi Priyanto (Direktur Retail dan Niaga), serta Hartanto Wibowo (Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis). Posisi Direktur Manajemen Risiko yang sebelumnya dipegang Adi Lumakso dan jabatan Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan milik Evy Haryadi juga berganti.
Mereka digantikan oleh Sulistyo Biantoro sebagai Direktur Keuangan, M. Fahrur Rozy sebagai Direktur Retail dan Niaga, serta Denny Triyanto yang mengisi posisi Direktur Manajemen Risiko. Rakhmad Dewanto Haris kini memegang Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis, sementara Edwin Nugraha Putra dipercaya mengelola Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan.
Pergantian ini mengindikasikan fokus PLN pada penguatan fungsi teknologi dan keberlanjutan di tengah target net zero emission. Sektor energi baru terbarukan tetap dipegang Suroso Isnandar sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan.
Struktur Direksi dan Komisaris Lengkap
Berdasarkan dokumen hasil RUPS, susunan direksi PLN kini terdiri dari 12 orang. Selain Darmawan dan Yusuf, ada Nurlely Aman yang mengisi Direktur Legal dan Manajemen Human Capital — posisi yang ditinggalkan Yusuf. Arsyadany Ghana Akmalaputri tetap menjabat Direktur Distribusi, sementara Daniel Karmel Fernando T. mengelola Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem. Rizal Calvary Marimbo masih memegang Direktur Manajemen Pembangkitan.
Di level komisaris, Burhanuddin Abdullah kembali ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen, didampingi Suahasil Nazara sebagai Wakil Komisaris Utama. Susunan komisaris lainnya mencakup Mutanto Yuwono, Yazid Fanani, Ali Masykur Musa, Andi Arief, Aminuddin Ma’ruf, Jisman Parada Hutajulu, Bambang Eko Suhariyanto, dan Ahmad Erani Yustika.
Keputusan ini menjadi sinyal keseriusan PLN dalam merespons dinamika industri kelistrikan yang berubah cepat. Dengan komposisi direksi anyar, perusahaan diharapkan mampu mengakselerasi proyek transisi energi tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik nasional.