Bagi warga dan pengunjung Seattle, pemandangan di sekitar Space Needle pada malam hari pertandingan Piala Dunia 2026 akan berbeda. Sebuah pertunjukan drone selama 12,5 menit tidak hanya menampilkan formasi raksasa seperti ekor paus yang memukul bola, tetapi juga papan skor digital yang menampilkan dua bendera tim yang bertanding dan skor akhir. Inovasi ini digagas oleh Visit Seattle, organisasi nirlaba pemasaran kota, sebagai cara untuk melibatkan mereka yang tidak bisa menyaksikan pertandingan langsung di stadion.
“Memberikan pertunjukan seperti ini kepada orang-orang yang tidak bisa menghadiri pertandingan adalah salah satu tujuan besar kami,” ujar Jorge Gotuzzo, pimpinan aktivasi Piala Dunia untuk Visit Seattle. Ia menambahkan bahwa ini juga menjadi ajang untuk menampilkan Seattle di panggung global di tengah persaingan dengan kota-kota AS lain seperti Boston dan San Francisco yang juga menjadi tuan rumah.
Untuk mewujudkan ide ini, Visit Seattle menggandeng Sky Elements, perusahaan spesialis pertunjukan drone dari Texas. Mereka menggunakan 400 drone quadcopter yang dirancang khusus — bukan drone konsumen biasa. Setiap drone memiliki lampu 10.000 lumen, setara dengan lampu depan mobil, serta sistem GPS presisi tinggi yang menjaga posisinya dalam jarak satu sentimeter di udara.
Meski jumlahnya terlihat banyak, angka ini masih kecil dibandingkan rekor Sky Elements yang pernah menerbangkan 5.000 drone untuk promosi serial Stranger Things. Yang membuat tantangan teknis kali ini unik adalah elemen papan skor. “Hampir semua yang kami lakukan adalah pertunjukan kustom dari awal hingga akhir, dan kami jarang menggunakan formasi yang sama,” kata Preston Ward, kepala pilot Sky Elements.
Setiap pertunjukan membutuhkan waktu 80 hingga 100 jam animasi manual di perangkat lunak. Animator harus merancang jalur terbang dan warna lampu setiap drone dengan tangan. Setelah tombol mulai ditekan, tidak ada perubahan yang bisa dilakukan.
Bagian paling rumit dari pertunjukan ini adalah memasukkan skor pertandingan yang baru saja berakhir. Biasanya, Sky Elements memiliki waktu sekitar delapan jam antara akhir pertandingan dan pertunjukan malam untuk memperbarui data penerbangan dan mengunggahnya ke drone. Namun, laga Iran vs Mesir pada 26 Juni mendatang akan menjadi ujian berat, karena kick-off dijadwalkan pukul 20.00 waktu setempat, hanya menyisakan waktu singkat hingga pertunjukan dimulai pukul 22.45.
Kyle Pivnick, wakil presiden Sky Elements, mengatakan timnya akan siaga menonton pertandingan langsung. “Begitu aman, sesuai aturan, dan siap, kami akan mengirimkan animasi yang diperbarui ke pilot di Seattle,” jelasnya. Proses setup di lapangan sendiri memakan waktu enam hingga delapan jam, dengan dua laptop — satu utama dan satu cadangan — sebagai pusat kendali seluruh pertunjukan.
Pertunjukan drone ini hanya akan digelar pada hari-hari pertandingan di Seattle: 15, 19, 24, 26 Juni, serta 1 dan 6 Juli 2026. Karena musim panas di Seattle, matahari terbenam sangat larut, sehingga pertunjukan baru bisa dimulai pukul 22.00 atau lebih. Bagi warga Indonesia yang kebetulan berada di Seattle atau mengikuti siaran langsung dari media sosial, momen ini menjadi bukti bagaimana teknologi drone tidak lagi sekadar alat fotografi, melainkan kanvas raksasa untuk narasi publik yang hidup.