KENDARI — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendirian dalam menjaga keamanan daerah. Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra di Kendari, Senin.
"Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama," ujar Himawan di hadapan jajaran pejabat utama Polda dan perwakilan organisasi keagamaan.
Dialog yang berlangsung di Kantor Kanwil Kemenag Sultra itu dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, Kepala Kanwil Kemenag Sultra H. Mansur, dan Ketua FKUB Sultra KH. Muslim. Pertemuan ini menjadi ajang bagi para tokoh lintas agama untuk menyampaikan aspirasi dan keprihatinan mereka secara langsung kepada pimpinan kepolisian.
Perwakilan Muhammadiyah Sultra dan Wanita Hindu Dharma Indonesia menyoroti kondisi darurat narkoba yang dinilai membutuhkan penanganan komprehensif. Mereka mendorong agar pendekatan keagamaan diperkuat, khususnya dalam upaya rehabilitasi dan edukasi bagi remaja.
Sementara itu, Ketua Gereja Evangelis Protestan (GEP) Sultra mengingatkan pentingnya mengantisipasi potensi konflik sosial akibat penyebaran informasi hoaks di media sosial. Ia menilai, berita bohong yang beredar liar bisa memicu gesekan antarwarga jika tidak segera diluruskan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda Sultra menegaskan komitmennya untuk memberantas narkoba tidak hanya melalui penindakan hukum. Menurutnya, persoalan itu harus disentuh dari akarnya melalui edukasi, rehabilitasi, dan penguatan ketahanan mental masyarakat.
"Komunikasi yang terbuka merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan serta mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat," kata Himawan. Ia pun mengajak para tokoh agama untuk terus memberikan edukasi dan masukan kepada kepolisian, baik dalam upaya pencegahan potensi gangguan keamanan maupun penegakan hukum.
Polda Sultra juga akan memperkuat deteksi dini terhadap potensi intoleransi melalui fungsi Intelkam dan Binmas. Edukasi di media sosial pun akan dioptimalkan untuk melawan narasi kebencian dan hoaks.
Kepala Kanwil Kemenag Sultra H. Mansur menekankan bahwa kerukunan umat beragama tidak tercipta dengan sendirinya. Ia menilai, harmoni harus dibangun secara berkelanjutan melalui dialog, komunikasi, dan komitmen bersama dari seluruh elemen.
Senada dengan itu, Ketua FKUB Sultra KH. Muslim menyoroti pentingnya komunikasi lintas agama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Ia mencontohkan, persoalan pembangunan rumah ibadah harus diselesaikan secara musyawarah demi menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Melalui semangat Hari Bhayangkara ke-80, sinergi antara Polri dan FKUB Sultra diharapkan menjadi mitra strategis dalam membangun toleransi dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di Bumi Anoa.