SULAWESI TENGGARA — Kekalahan di hadapan pendukung sendiri menjadi penutup pahit bagi perjalanan Meksiko di turnamen. Aguirre, yang menjalani masa bakti ketiganya bersama El Tri, langsung mengumumkan pengunduran diri pasca pertandingan. Posisinya akan diisi asisten sekaligus mantan bek legendaris Barcelona, Rafael Marquez.
"Saya pergi dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, bangga dengan keluarga yang telah kami bangun dan sangat puas dengan pekerjaan yang telah dilakukan," kata Aguirre mengutip ESPN.
"Ini akan menjadi malam yang sulit bagi seluruh Meksiko, di ruang ganti dan di rumah. Kami tidak akan banyak tidur. Saya kehilangan kata-kata. Saya diliputi emosi. Saya pikir mimpi ini berakhir di sini," tambahnya.
Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Meksiko di Piala Dunia. Sejak menembus perempat final pada 1986, El Tri tercatat sudah delapan kali berturut-turut tersingkir di babak 16 besar. Perjuangan mengejar ketertinggalan dua gol sempat menunjukkan mentalitas baja, tapi hasil akhir tetap mengecewakan.
Aguirre mengakui fans dan rakyat Meksiko sebagai tuan rumah memiliki harapan tinggi. "Bermimpi lalu terjatuh seperti ini sangatlah menyakitkan, tetapi para pemain harus meninggalkan turnamen dengan kepala tegak," ujarnya.
"Lima pertandingan di turnamen ini tidak akan terlupakan. Saya mengucapkan selamat tinggal pada Estadio Azteca dan pergi dengan rasa bangga yang luar biasa setelah bertahun-tahun. Rafa (Marquez) adalah sosok hebat, pelatih yang sangat berharga, dan dia akan membuktikannya nanti. Semoga dia bisa melakukannya jauh lebih baik dari saya," pungkas Aguirre mengutip NPR.
Dengan hasil ini, Inggris melaju ke perempat final untuk tiga edisi berturut-turut. Harry Kane dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Norwegia yang diperkuat Erling Haaland di Miami Gardens pada Sabtu (11/7) mendatang.