Sentimen positif dari bursa global menjadi katalis utama potensi penguatan IHSG hari ini. Wall Street ditutup hijau pada Kamis (9/7) setelah saham-saham semikonduktor memimpin reli. Indeks Nasdaq Composite melesat 1,30%, S&P 500 naik 0,81%, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,27%. Di Asia, Nikkei 225 Jepang berhasil ditutup naik 1,4%, sementara Kospi Korea Selatan menguat 0,62%.
Pendorong utama penguatan bursa global adalah sektor teknologi, khususnya semikonduktor. ETF VanEck Semiconductor (SMH) melonjak 2,5% setelah saham Micron Technology naik 4,5% dan Sandisk melesat 7,6%. Di Eropa, indeks Stoxx 600 juga ditutup menguat 0,8%.
Namun, risiko geopolitik masih membayangi. Komando Pusat AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut setelah Teheran menyerang kapal-kapal komersial di sekitar Selat Hormuz. Meski demikian, harga minyak justru melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan Iran telah menghubungi Washington untuk mencapai kesepakatan. Qatar dan Pakistan disebut-sebut menjadi mediator.
Pada perdagangan Kamis (9/7), IHSG ditutup naik 0,67%. Sayangnya, penguatan itu tidak diikuti oleh aliran modal asing. Data BNI Sekuritas mencatat net sell asing mencapai Rp 674 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.
Fanny Suherman memperkirakan support IHSG berada di kisaran 5.800 hingga 5.870, sementara resistance di level 5.970 hingga 6.050. "Hari ini, IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5.950-6.050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6.050, IHSG masih rentan kembali koreksi," ujarnya dalam riset, Jumat (10/7).
BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi trading untuk investor yang ingin memanfaatkan momentum. Berikut enam saham yang masuk dalam trading idea hari ini:
Investasi mengandung risiko.