Pencarian

PHE OSES Mulai Suntikkan Kimia ke Sumur Minyak Lepas Pantai, Terobosan CEOR Perdana di Indonesia

Kamis, 09 Juli 2026 • 17:24:01 WIB
PHE OSES Mulai Suntikkan Kimia ke Sumur Minyak Lepas Pantai, Terobosan CEOR Perdana di Indonesia
PHE OSES mulai injeksi kimia CEOR di sumur minyak lepas pantai Lapangan Rama, Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGGARA — PHE OSES, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi, tak lagi hanya mengandalkan tekanan alami atau injeksi air untuk menyedot minyak dari perut bumi. Di Lapangan Offshore Rama, perusahaan mulai menyuntikkan cairan kimia khusus—campuran polimer dan surfaktan—ke dalam reservoir. Metode ini, yang dikenal sebagai CEOR, dirancang untuk meluruhkan sisa minyak yang menempel di pori-pori batuan dan mendorongnya ke permukaan.

Mengapa Metode Ini Baru dan Penting

Selama puluhan tahun, operasi hulu migas di Indonesia, khususnya di lepas pantai, mengandalkan waterflooding atau injeksi air biasa. Namun, metode itu punya batas. Setelah kadar air yang diproduksi (water cut) terlalu tinggi, minyak yang tersisa di reservoir sulit diangkat. CEOR menjadi jawaban untuk memperpanjang usia sumur dan mengoptimalkan produksi dari lapangan yang sudah tua.

Lapangan Rama di WK SES sendiri bukan sumur baru. Dengan menerapkan CEOR, PHE OSES berharap bisa memeras tambahan minyak yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis untuk diambil. Keberhasilan proyek percontohan ini akan menjadi tolok ukur bagi lapangan lepas pantai lain di Indonesia.

Dampak Langsung dan Target Produksi

Bagi PHE OSES, proyek ini bukan sekadar uji coba teknologi. Keberhasilan CEOR di Rama akan menentukan nasib ratusan sumur tua di lepas pantai yang potensinya masih besar. Jika terbukti efektif, metode ini bisa digelar di lapangan-lapangan lain di bawah pengelolaan Pertamina, menambah pasokan minyak nasional di tengah target produksi 1 juta barel per hari.

Secara teknis, injeksi kimia ini bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan antara minyak dan air, serta meningkatkan viskositas air injeksi agar dorongannya lebih merata. Prosesnya bertahap dan membutuhkan pemantauan ketat. Namun, potensi peningkatan faktor perolehan minyak (recovery factor) dari metode ini bisa mencapai belasan persen.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Meski menjanjikan, CEOR di lingkungan lepas pantai punya tantangan tersendiri. Mulai dari korosi akibat bahan kimia, penyumbatan pori-pori batuan, hingga biaya operasi yang lebih tinggi dibanding injeksi air biasa. Tim PHE OSES telah menyiapkan sistem pemantauan dan formulasi kimia yang disesuaikan dengan karakteristik reservoir Rama.

Ke depan, hasil dari fase awal injeksi akan dievaluasi secara berkala. Jika indikator tekanan dan produksi menunjukkan hasil positif, PHE OSES akan memperluas cakupan injeksi ke sumur-sumur lain di area yang sama. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa industri hulu migas Indonesia mulai serius beralih ke teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks