FCC Siap Hapus Aturan Kepemilikan Stasiun TV Lokal, Monopoli Siaran Mengintai

Penulis: Vicky Prasetya  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 00:17:01 WIB
FCC menggelar voting untuk mencabut aturan yang membatasi jangkauan siaran jaringan televisi lokal maksimal 39 persen dari total pasar pemirsa AS.

SULAWESI TENGGARA — Federal Communications Commission (FCC) mengumumkan rencana untuk menggelar voting yang akan mengubah peta industri penyiaran televisi di Amerika Serikat secara fundamental. Lembaga regulator telekomunikasi AS itu akan meminta persetujuan komisioner untuk mencabut Section 303 dari Communications Act, yang selama ini dikenal sebagai aturan 39 persen.

Aturan tersebut membatasi jangkauan siaran satu jaringan televisi lokal maksimal hanya menjangkau 39 persen dari total pasar pemirsa AS. Jika dicabut, FCC akan beralih ke sistem persetujuan kasus per kasus untuk setiap transaksi kepemilikan stasiun TV.

Ancaman Monopoli di Balik Pencabutan Regulasi

Langkah ini menuai kekhawatiran serius dari pegiat media dan akademisi. Lawrence J. Spiwak, dalam tulisannya di Yale Journal on Regulation pada Januari lalu, menegaskan bahwa FCC tidak memiliki kewenangan untuk menolak Section 303 tanpa persetujuan eksplisit dari Kongres.

"Section 10 dari Communications Act secara tegas melarang FCC mengubah aturan seputar Section 303," tulis Spiwak. Meski demikian, kecil kemungkinan Kongres akan menentang langkah FCC mengingat manfaat besar yang bisa diraih dari konsolidasi media.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh pernyataan Komisioner FCC Brendan Carr yang telah mengancam akan mencabut izin siaran stasiun televisi jika menayangkan materi yang kritis terhadap pemerintah. Langkah ini membuka celah bagi intervensi politik dalam proses persetujuan kepemilikan media.

Sinclair Broadcast Group dan Bayang-bayang Masa Lalu

Isu konsolidasi media ini menjadi semakin relevan dengan kembali aktifnya negosiasi akuisisi antara Sinclair Broadcast Group dan The EW Scripps Company. Sinclair bukan nama asing dalam kontroversi monopoli siaran.

Pada 2018, rencana akuisisi Sinclair terhadap Tribune Media ditolak keras. Jika saat itu deal berhasil, Sinclair—yang dikenal dekat dengan Partai Republik—akan menguasai stasiun siaran untuk lebih dari 70 persen rumah tangga di AS. Angka ini hampir dua kali lipat dari batas 39 persen yang kini hendak dihapuskan.

Dampak bagi Pemirsa dan Industri Penyiaran

Penghapusan batas kepemilikan ini berpotensi mengurangi keragaman konten yang diterima pemirsa. Dalam skema baru, FCC akan mengevaluasi setiap kesepakatan akuisisi secara individual tanpa batasan kuota nasional yang jelas.

Keputusan akhir ada di tangan para komisioner FCC dalam voting 6 Agustus mendatang. Jika lolos, industri penyiaran AS akan memasuki era baru dengan satu pertanyaan besar: siapa yang akan mengontrol apa yang Anda tonton?

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top