Pencarian

Harga Gas LPG 3 Kg di Sulawesi Tenggara dan Cara Mendapatkan Subsidi Lengkap dengan Syarat Terbaru

Selasa, 14 Juli 2026 • 17:12:50 WIB
Harga Gas LPG 3 Kg di Sulawesi Tenggara dan Cara Mendapatkan Subsidi Lengkap dengan Syarat Terbaru
Warga mengantre membeli tabung LPG 3 kg di pangkalan resmi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Di Kendari, kelangkaan tabung LPG 3 kg kerap terjadi menjelang akhir pekan atau saat cuaca buruk menghambat distribusi dari pelabuhan. Warga di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, misalnya, biasa membeli dari pangkalan resmi di Jalan Brigjen M. Yunus dengan harga yang masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) provinsi. Namun, begitu pasokan tersendat, harga di pengecer bisa melonjak dua kali lipat. Perantau yang baru pindah ke Sulawesi Tenggara sering kebingungan membedakan pangkalan resmi dengan pengecer nakal—padahal bedanya hanya pada stiker dan buku catatan pembelian.

Artikel ini akan mengupas tiga hal: kisaran harga yang beredar di lapangan, dokumen apa saja yang wajib dibawa saat membeli, dan cara melaporkan jika menemukan harga di atas HET. Semua informasi disusun berdasarkan pengalaman warga dan pengamatan pola distribusi di wilayah Sulawesi Tenggara, bukan data harga nominal yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Kisaran Harga LPG 3 Kg di Sulawesi Tenggara

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menetapkan HET LPG 3 kg bervariasi per kabupaten/kota. Untuk Kendari dan Bau-Bau, HET biasanya lebih rendah karena akses pelabuhan yang dekat. Di daerah terpencil seperti Kabupaten Konawe Kepulauan atau Buton Tengah, ongkos angkut membuat harga di pangkalan bisa lebih tinggi.

Di pangkalan resmi, harga jual ke konsumen akhir harus sesuai HET yang ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Namun, di lapangan, banyak warga melaporkan harga di pengecer eceran bisa mencapai Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per tabung, terutama saat pasokan menipis. Perbedaan ini terjadi karena pengecer membeli dari pangkalan lalu menjual lagi dengan margin sendiri.

Penting dipahami: harga di atas HET bukan berarti subsidi hilang. Subsidi tetap berjalan, tapi oknum memanfaatkan celah distribusi. Pengecer yang menjual di atas HET bisa dilaporkan ke dinas terkait atau melalui aplikasi MyPertamina.

Syarat dan Dokumen Pembelian LPG 3 Kg

Sejak 2023, Pertamina mewajibkan konsumen LPG 3 kg menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) saat membeli di pangkalan resmi. Tujuannya mendata pengguna agar subsidi tepat sasaran. Di Sulawesi Tenggara, aturan ini mulai diterapkan di pangkalan besar di Kendari, seperti di Pasar Panjang dan Pasar Andonohu.

Bagi perantau yang tinggal di kos atau kontrakan, biasanya cukup menunjukkan KTP asal dan KK. Namun, beberapa pangkalan meminta surat keterangan domisili dari RT/RW setempat. Jika tidak punya, coba minta bantuan pemilik kos untuk membelikan atas nama mereka.

Warga yang tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tetap bisa membeli. Subsidi LPG 3 kg tidak eksklusif untuk penerima bantuan sosial. Semua rumah tangga miskin dan rentan miskin berhak, asalkan membeli di pangkalan resmi dan menunjukkan KTP.

Cara Mendapatkan Subsidi Tanpa Kendala

Langkah pertama adalah mencari pangkalan resmi terdekat. Ciri-cirinya: ada papan nama "Pangkalan LPG 3 Kg" dengan logo Pertamina, stiker harga HET ditempel di dinding, dan penjual mencatat pembelian di buku khusus. Di Kendari, pangkalan resmi banyak tersebar di Kelurahan Wua-Wua dan Kelurahan Mandonga.

Jika pangkalan kehabisan stok, jangan langsung beralih ke pengecer. Tanyakan jadwal pengiriman berikutnya. Biasanya pasokan datang setiap 2-3 hari sekali. Di Bau-Bau, distribusi sering terhambat cuaca buruk di Selat Buton, jadi warga biasa menyetok dua tabung saat pasokan lancar.

Untuk perantau, tips penting: simpan nomor telepon pangkalan langganan. Saat harga di pengecer naik, cukup telepon pangkalan dan tanya apakah ada stok. Banyak pangkalan di Sulawesi Tenggara yang melayani antar ke rumah dengan biaya tambahan Rp 2.000-Rp 5.000, tergantung jarak.

Melaporkan Harga atau Kelangkaan

Jika menemukan harga di atas HET atau pangkalan menolak menjual tanpa alasan jelas, laporkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi atau kabupaten/kota setempat. Di Kendari, kantor Disperindag berada di Jalan Dr. Sutomo. Bisa juga lewat call center Pertamina di 135 atau aplikasi MyPertamina.

Kelangkaan yang terjadi di beberapa kecamatan di Konawe Selatan pada awal 2025 lalu, misalnya, disebabkan oleh keterlambatan kapal pengangkut dari Surabaya. Warga yang melapor via aplikasi mendapat prioritas pengiriman tambahan dalam 1x24 jam. Jadi, jangan ragu melapor—subsidi ini hak Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah LPG 3 kg bisa dibeli tanpa KTP?
Di pangkalan resmi, wajib bawa KTP dan KK. Namun, di pengecer eceran, biasanya tidak diminta. Risikonya: harga lebih mahal dan tabung mungkin tidak terjamin isinya.

Kenapa harga di pangkalan dan pengecer berbeda jauh?
Pangkalan menjual sesuai HET karena mendapat alokasi subsidi langsung dari Pertamina. Pengecer membeli dari pangkalan lalu menjual lagi dengan margin bebas. Itu sebabnya harga bisa dua kali lipat.

Bagaimana cara tahu pangkalan resmi terdekat?
Gunakan fitur "Cari Pangkalan" di aplikasi MyPertamina, atau tanya ke tetangga yang sudah lama tinggal di daerah tersebut. Di Kendari, pangkalan resmi biasanya ramai pada pagi hari.

Apakah perantau bisa membeli LPG 3 kg?
Bisa. Tunjukkan KTP asal dan KK. Jika diminta surat domisili, minta bantuan RT setempat. Beberapa pangkalan di Bau-Bau sudah terbiasa melayani perantau dari luar Sulawesi.

Apa yang harus dilakukan jika pangkalan menolak menjual?
Tanyakan alasannya. Jika karena stok kosong, tanyakan jadwal pengiriman. Jika karena alasan administratif, minta penjelasan tertulis atau laporkan ke Disperindag setempat.

Mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi di Sulawesi Tenggara sebenarnya tidak rumit selama Anda tahu pangkalan resmi dan membawa dokumen lengkap. Jangan tergiur harga murah dari pengecer yang tidak jelas asal tabungnya. Subsidi ini hadir untuk meringankan beban warga, bukan untuk dipermainkan oleh tengkulak. Jika semua pembeli disiplin, harga akan kembali stabil dan kelangkaan bisa diminimalkan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks