KENDARI — Sidang Majelis Sinode XIX Gepsultra menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi gereja di Sulawesi Tenggara. Agenda konstitusional ini bertujuan mengevaluasi pelayanan, menetapkan kebijakan strategis, dan menyusun program kerja untuk periode mendatang.
Kegiatan dihadiri pendeta, majelis gereja, tokoh agama, serta unsur pemerintah. Kehadiran Wakil Wali Kota Kendari menunjukkan dukungan Pemkot terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat.
Mewakili Gubernur Sultra, Asisten Administrasi Umum Setda Sultra, Dr. Drs. Rony Yakob, M.Si, mengapresiasi penyelenggaraan sidang. Menurutnya, persidangan gereja menjadi wadah mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemerintah terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi keagamaan demi mewujudkan pembangunan berlandaskan toleransi dan persatuan,” ujar Rony dalam sambutannya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
Sidang mengusung tema berdasarkan Efesus 5:8b-9, “Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan.” Ketua BPM Sinode Gepsultra, Pdt. Marthen Sambira, M.Th., menyebut sidang sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi gereja.
“Persidangan membahas evaluasi pelayanan, kebijakan organisasi, hingga arah pelayanan Gepsultra untuk periode mendatang,” jelas Marthen.
Marthen mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kendari dan berharap sidang menghasilkan keputusan strategis bagi pelayanan gereja di Sulawesi Tenggara. Sidang Majelis Sinode XIX menjadi momentum bagi Gepsultra untuk memperkuat peran gereja dalam pembangunan masyarakat yang toleran dan damai.