Digitalisasi Pembayaran Jadi Syarat Agar Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe Tak Sekadar Bangun Dermaga

Penulis: Sofyan Basri  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 22:07:31 WIB
Warga mengikuti sosialisasi literasi keuangan dan perlindungan konsumen di Kampung Nelayan Merah Putih, Konawe, Sulawesi Tenggara.

KONAWE — Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai bergulir di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara. Namun, pembangunannya tidak lagi sekadar membangun dermaga atau membagikan peralatan tangkap.

OJK memberikan edukasi kepada masyarakat KNMP di Kabupaten Konawe. Materinya mencakup perlindungan konsumen dan literasi keuangan. Ini menunjukkan bahwa aspek kapasitas ekonomi warga pesisir mulai mendapat perhatian.

Mengapa Literasi Keuangan Saja Tidak Cukup?

Literasi keuangan membekali warga dengan pengetahuan mengelola uang secara bijak. Namun, manfaatnya akan terbatas jika transaksi sehari-hari masih tunai.

Transaksi tunai tidak efisien, tidak terdokumentasi, dan sulit terhubung dengan layanan keuangan formal. Padahal, rantai ekonomi nelayan sangat padat transaksi.

Seorang nelayan membeli bahan bakar dan es batu sebelum melaut. Setelah kembali, ikan dijual ke pengepul. Uangnya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, cicilan, hingga membeli alat tangkap baru.

Digitalisasi Pembayaran sebagai Fondasi Ekosistem Pesisir

Digitalisasi pembayaran bukan sekadar metode baru. Ia menjadi fondasi agar ekosistem ekonomi pesisir tumbuh produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Ketika pembayaran digital digunakan, proses transaksi lebih cepat. Risiko kehilangan uang tunai berkurang. Pencatatan penjualan jadi lebih mudah.

Rekam jejak transaksi itu menjadi modal penting. Selama ini, banyak usaha mikro di sektor perikanan sulit mendapat kredit bukan karena usaha tak layak, melainkan karena tak punya catatan transaksi yang memadai.

Dampak bagi Wisata dan Data Ekonomi

Bayangkan wisatawan datang ke kampung nelayan. Ia membeli ikan segar, menikmati kuliner laut, menyewa perahu, hingga menginap di homestay warga. Jika semua transaksi digital, perputaran ekonomi lebih cepat.

Data dari transaksi digital juga bernilai tinggi. Data itu membantu pelaku usaha memahami perkembangan bisnis. Lembaga keuangan bisa menilai kelayakan pembiayaan. Pemerintah pun punya gambaran akurat untuk merancang kebijakan.

Bank Indonesia selama ini konsisten mendorong digitalisasi melalui QRIS. Pendekatan ini makin relevan jika diarahkan ke kawasan strategis seperti Kampung Nelayan Merah Putih.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top