KENDARI — KORMI Sultra membawa sejumlah usulan konkret dalam audiensi bersama pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu. Organisasi yang menaungi 17 Induk Organisasi Olahraga Masyarakat (INORGA) ini tidak hanya meminta dukungan moral, tetapi juga mendorong lahirnya payung hukum berupa Perda atau Pergub tentang olahraga masyarakat.
Ketua dan Wakil Ketua III DPRD Sultra menerima langsung paparan pengurus KORMI yang mengusung tema "Menguatkan Peran Olahraga Masyarakat untuk Sultra Sehat, Bugar, dan Berprestasi". Dalam pertemuan itu, KORMI menegaskan posisinya bukan sebagai pesaing KONI, melainkan mitra sinergis dalam pembinaan olahraga.
Ada lima poin utama yang menjadi bahan pembahasan dalam audiensi tersebut. Pertama, soal anggaran. KORMI meminta adanya pos khusus dalam APBD 2027 melalui Pokir DPRD untuk operasional pembinaan dan pemberangkatan kontingen Sultra menuju FORNAS IX di Palu.
Kedua, dukungan regulasi. KORMI mengajak DPRD dan Pemprov Sultra menerbitkan Perda atau Pergub tentang Olahraga Masyarakat sebagai dasar hukum penguatan pembinaan. Ketiga, penyediaan sarana prasarana berupa advokasi pembangunan Taman Olahraga Masyarakat di setiap kabupaten dan kota.
Keempat, fasilitasi birokrasi melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bappeda dan BPKAD. Kelima, dukungan promosi dengan mengajak anggota dewan menjadi "Duta Olahraga Masyarakat" di daerah pemilihan masing-masing.
Dalam paparannya, pengurus KORMI Sultra membeberkan sejumlah tantangan yang selama ini menghambat gerak organisasi. Keterbatasan anggaran menjadi persoalan paling mendasar karena belum ada pos khusus dalam APBD untuk pembinaan olahraga masyarakat.
Selain itu, minimnya fasilitas area terbuka yang ramah untuk aktivitas olahraga publik juga disorot. Persepsi masyarakat yang masih mengidentikkan olahraga dengan prestasi atlet semata turut menjadi pekerjaan rumah yang perlu diluruskan.
“KORMI bukan pesaing KONI, melainkan mitra sinergis. Kalau KONI mencetak juara, KORMI mencetak masyarakat yang sehat supaya bisa jadi juara,” tegas perwakilan pengurus KORMI Sultra dalam keterangannya.
Penguatan olahraga masyarakat dinilai memberikan dampak luas bagi Sulawesi Tenggara. Selain menekan angka penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, program ini juga berkontribusi pada upaya penurunan stunting.
Agenda olahraga massal yang digagas KORMI juga diyakini mampu menggerakkan UMKM lokal dan mengembangkan sport tourism berbasis budaya. Aktivitas seperti jalan sehat dan festival olahraga tradisional disebut bisa menjadi sarana penguatan persatuan sosial warga di tengah keberagaman.
Saat ini KORMI Sultra membawahi tiga komisi utama, yakni Komisi Olahraga Kesehatan & Kebugaran (OKK), Komisi Olahraga Petualangan & Digital (OPTD), serta Komisi Olahraga Tradisional & Budaya (OTKB). Sejumlah komunitas yang bernaung di antaranya SPARKO, Indonesia Off-road Federation (IOF), Yayasan Jantung Indonesia (YJI), PERGATSI, hingga FESPATI.