Pemkot Kendari Luncurkan Bank Sampah Balai Kota, 10.505 ASN Wajib Setor 2 Kg Sampah Anorganik per Bulan

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:34:01 WIB
Wali Kota Kendari meluncurkan Bank Sampah Balai Kota di hadapan jajaran Forkopimda dan kepala OPD.

KENDARI — Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik resmi diterapkan. Peluncuran bank sampah ini dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Kendari.

Wali Kota Siska menargetkan akumulasi sampah anorganik dari ASN mencapai hampir 20.000 kilogram per bulan. "Kalau 10.000 orang dikali dua kilogram, hampir 20.000 kilogram sampah di Kota Kendari bisa kita kumpulkan dalam waktu sebulan. Itu paling kurang," ujarnya.

Target 20 Ton Sampah per Bulan dan Ekonomi Sirkuler

Skema ini dirancang untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus meringankan beban petugas kebersihan. Siska juga menyebut program ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi sirkuler di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.

Dalam sambutannya, Siska menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena kebijakan ini baru direalisasikan di lingkungan internal pemerintahan. Ia mengaku terinspirasi keberhasilan Polresta Kendari yang meraih juara pertama lomba kebersihan tingkat instansi vertikal.

"Polresta itu semuanya sudah terintegrasi. Pertama bersih, kedua sudah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, lalu mereka juga memiliki bank sampah. Kita kenapa terlambat? Masa kita yang memberikan perintah, baru kita yang tidak lakukan?" tuturnya.

Jadwal Setor dan Jenis Sampah yang Diterima

ASN dijadwalkan menyetor sampah anorganik setiap hari Jumat pada jam kerja. Jenis sampah yang diterima meliputi botol plastik, wadah bekas deterjen atau sampo, kertas HVS, dokumen lama, buku, kardus, kaleng, besi tua, seng, hingga sisa kabel.

Pemkot Kendari bermitra dengan CV Jaya Subur sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab melakukan pembayaran atas sampah anorganik yang telah ditimbang. Pada penimbangan perdana, Wali Kota Siska menyetorkan sampah seberat 19,6 kilogram dengan nilai akumulasi Rp33.000 yang langsung masuk ke saldo rekening Bank Sampah Balai Kota.

Replikasi ke OPD dan Target Infrastruktur

Siska meminta pimpinan OPD, camat, hingga lurah untuk segera mereplikasi gerakan ini di wilayah kerja masing-masing. Ia juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembenahan fasilitas fisik Bank Sampah Balai Kota agar lebih representatif.

"Walaupun belum maksimal dengan infrastruktur yang kita miliki, saya beri waktu kepada Kadis PU untuk segera menyelesaikan sesuai gambar yang kita pilih. Minggu depan sudah harus selesai," tegasnya.

Gerakan ini menjadi wujud nyata dukungan pemda terhadap program pemerintah pusat, khususnya Program ASRI (Aman, Sehat, Rindang, dan Indah) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Siska berharap program ini tidak berakhir sebagai agenda seremonial belaka.

"Mari kita jadikan bank sampah ini bukan sekadar program kerja di atas kertas, tetapi gerakan hati dan tindakan nyata kita bersama demi mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," tutupnya.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top