Pencarian

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Serap Aspirasi Warga Mandonga-Puuwatu, Sampah 300 Ton per Hari Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 • 13:44:31 WIB
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Serap Aspirasi Warga Mandonga-Puuwatu, Sampah 300 Ton per Hari Jadi Prioritas
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mendengarkan keluhan warga Mandonga dan Puuwatu dalam program "Wali Kota Kendari Menyapa" di halaman Kantor Camat Puuwatu, Selasa (18/8/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mendengarkan langsung keluhan warga Kecamatan Mandonga dan Puuwatu terkait sampah, banjir, hingga jalan rusak dalam program "Wali Kota Kendari Menyapa" di halaman Kantor Camat Puuwatu, Selasa (18/8/2026). Dalam forum terbuka itu, Siska mengungkapkan produksi sampah kota yang mendekati 300 ton per hari menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus diselesaikan bersama.

KENDARI — Program "Wali Kota Kendari Menyapa" yang digelar di halaman Kantor Camat Puuwatu bukan sekadar agenda seremonial. Dalam dialog yang berlangsung terbuka itu, warga dari dua kecamatan menyampaikan beragam persoalan harian yang mereka hadapi, mulai dari tumpukan sampah, genangan banjir, lampu penerangan yang mati, hingga perubahan data penerima bantuan sosial (bansos).

Siska hadir bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan dan anggota DPRD Kota Kendari, termasuk legislator dari daerah pemilihan Mandonga-Puuwatu.

Produksi Sampah Capai 300 Ton per Hari, 85 Persen dari Rumah Tangga

Di hadapan warga, Siska membeberkan data terbaru yang menjadi perhatian serius pemerintah kota. Produksi sampah Kendari kini mendekati 300 ton setiap hari, dengan sekitar 85 persen di antaranya berasal dari aktivitas rumah tangga.

Besarnya volume tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kemampuan armada pengangkutan yang tersedia masih terbatas. Karena itu, pemerintah menyiapkan pola baru melalui Lembaga Penanganan Sampah (LPS) berbasis kelurahan yang ditargetkan berjalan mulai November 2026.

“Persampahan ini tanggung jawab kita semua. Bukan sampah ini tanggung jawab pemerintah saja,” tegas Siska dalam dialog tersebut.

LPS Libatkan RT, RW, dan Karang Taruna, Pakai Motor Roda Tiga

Melalui LPS, pengelolaan sampah tidak lagi hanya menunggu truk pengangkut datang. Masyarakat akan ditempatkan sebagai bagian dari solusi sejak dari lingkungan masing-masing.

Lembaga ini nantinya melibatkan RT, RW, LPM, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Mereka akan membahas mekanisme pengumpulan dan pengangkutan sampah dari rumah warga, termasuk siapa pengelolanya dan bagaimana sistem pembiayaannya.

Sebagai tahap awal, Pemkot Kendari menyiapkan pilot project di delapan kecamatan dan 15 kelurahan. Untuk menjangkau lorong-lorong sempit di kawasan permukiman, kendaraan roda tiga akan didorong menjadi sarana pengangkutan utama.

Warga juga akan didorong memilah sampah dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah.

Banjir, Jalan Rusak, dan Lampu Mati Jadi Keluhan Warga

Persoalan banjir turut mewarnai jalannya dialog. Warga dari Mandonga, Korumba, dan Lalodati menyampaikan keluhan soal genangan yang masih terjadi di sejumlah titik, sementara warga Watulondo menyoroti persoalan lingkungan di wilayahnya.

Di sektor infrastruktur, warga Punggolaka mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Sementara itu, warga yang tinggal di kawasan belakang Rumah Jabatan Gubernur hingga jalur dua menyoroti minimnya penerangan jalan yang dinilai mengganggu keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

Keluhan lain datang dari warga yang mengaku tidak lagi menerima bansos setelah terjadi perubahan klasifikasi atau desil dalam pendataan kemiskinan.

Pemerintah Dengarkan, Warga Diminta Jadi Bagian dari Solusi

Siska memastikan seluruh keluhan yang disampaikan akan menjadi bahan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan. Namun, tindak lanjut akan disesuaikan dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.

Menurut Siska, informasi dari masyarakat tetap dibutuhkan untuk melihat persoalan secara lebih nyata, meskipun pemerintah memiliki data dan laporan mengenai kondisi kota.

“Tidak semua orang bisa menyuarakan apa yang terjadi. Kacamata saya dan Pak Wakil berbeda dengan kacamata Bapak/Ibu,” ujarnya.

Lewat forum ini, pemerintah ingin mengetahui secara langsung apa yang terjadi di lingkungan warga. Siska juga mengajak masyarakat tidak menyerahkan seluruh persoalan kota kepada pemerintah, terutama dalam hal kebersihan.

“Kita ingin Kota Kendari menjadi kota yang bersih, tertib dan indah. Untuk itu, peran serta seluruh lapisan masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan, RT dan RW sangat kami harapkan,” pungkasnya.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kongkritpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks