KENDARI — Proses pengiriman buku bacaan bermutu untuk jenjang pendidikan dasar di Sulawesi Tenggara tengah berlangsung. Balai Bahasa Sultra menargetkan seluruh 131.500 eksemplar buku Gerakan Literasi Nasional (GLN) rampung dikirim ke sekolah-sekolah penerima paling lambat 4 September 2026.
Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, mengungkapkan pendistribusian buku tahun 2026 ini menjangkau 592 sekolah di 17 kabupaten dan kota. Rinciannya, 461 SD dan 131 SMP akan menerima paket buku untuk menunjang kegiatan pembelajaran serta menumbuhkan budaya baca di lingkungan sekolah.
"Distribusi buku GLN tahun 2026 di Sulawesi Tenggara menyasar 592 sekolah di 17 kabupaten kota, terdiri atas 461 SD dan 131 SMP, dengan total 131.500 eksemplar," kata Dewi kepada Kendariinfo, Senin (24/8/2026).
Dari total alokasi yang tersebar, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menjadi daerah dengan penerimaan terbanyak. Wilayah ini mendapatkan 20.000 buku untuk 100 SD dan 3.600 buku untuk 12 SMP.
Disusul Kabupaten Konawe yang menerima 14.200 buku untuk 71 SD dan 3.900 buku untuk 13 SMP. Sementara itu, Kabupaten Bombana mendapat jatah 7.200 buku untuk 36 SD dan 6.000 buku untuk 20 SMP.
Distribusi buku yang dimulai sejak peluncuran program pada 31 Juli 2026 ini dilakukan secara bertahap. Berikut rincian lengkap alokasi buku GLN di 17 kabupaten dan kota di Sultra:
Dewi menjelaskan pembagian buku bacaan bermutu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan yang layak. Buku-buku tersebut nantinya dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan budaya membaca di sekolah.
Program GLN sendiri menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat literasi sejak jenjang pendidikan dasar. Penguatan kemampuan membaca dan memahami ini dinilai menjadi investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.