MUNA — Bupati Muna Bachrun Labuta menegaskan akan mencopot jabatan kepala sekolah yang terbukti mengalihkan jam mengajar guru PPPK kepada kerabat atau keluarganya sendiri. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para kepala sekolah SD saat acara pemberian hadiah bagi dua pelajar berprestasi di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).
"Banyak aduan, jam mengajar guru PPPK dialihkan oleh kasek pada keluarganya. Mulai saat ini, saya tidak mau dengar lagi seperti itu," tegas Bachrun di hadapan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna, Karim Darma.
Persoalan jam mengajar ini bukan sekadar administratif. Bagi guru PPPK, jumlah jam tatap muka menentukan kelayakan mereka menerima tunjangan sertifikasi. Ketika jam tersebut dialihkan, guru kehilangan hak finansial yang seharusnya mereka peroleh.
Bachrun tidak memberi ruang tafsir atas instruksinya tersebut. Ia menyatakan sanksi tegas menanti siapa pun yang melanggar, terutama mereka yang memegang jabatan struktural.
"Bila ada yang ketahuan melakukan pelanggaran moral, kita akan tindaki. Kalau dia pejabat, saya copot dari jabatannya. Begitu juga dengan kasek," ujarnya.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi para tenaga pendidik untuk menjaga integritas dan perilaku. Bachrun tidak ingin ada guru atau kepala sekolah yang menjalin hubungan terlarang karena dinilai merusak citra dunia pendidikan dan bertentangan dengan ajaran agama.
Peringatan keras tersebut disampaikan Bachrun di sela-sela pemberian hadiah kepada dua pelajar SD berprestasi yang mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Keduanya adalah LM Azzam Aswar dari SDN 1 Katobu untuk mata pelajaran Matematika dan Mustafa Ali Chamran dari SDN 3 Katobu untuk mata pelajaran IPS.
Hadiah berupa uang tunai dan piagam diberikan langsung oleh Bachrun dan disaksikan oleh orang tua serta seluruh kepala sekolah SD di lingkungan Pemkab Muna. Pemberian penghargaan ini menjadi simbol komitmen daerah dalam mendukung capaian akademik pelajar.
"Hadiah yang diberikan ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus untuk memotivasi pada anak-anak kita agar lebih giat lagi belajar," kata Bachrun.
Dengan adanya pengakuan dari bupati, diharapkan muncul efek berantai bagi pelajar lain di Muna untuk berani bersaing di tingkat nasional. Prestasi LM Azzam Aswar dan Mustafa Ali Chamran membuktikan bahwa kemampuan siswa daerah mampu menembus kompetisi bergengsi di tingkat pusat.