KENDARI — Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) resmi memulai Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara pada Senin, 7 September 2026. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, di ruang kerjanya.
Penerimaan mahasiswa ini merupakan wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah. Lewat program tersebut, Kanwil Kemenkum Sultra membuka ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung bagaimana birokrasi dan pelaksanaan tugas pokok kementerian berjalan di tingkat wilayah.
Topan Sopuan menekankan bahwa masa PKL adalah momentum emas bagi mahasiswa untuk menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya. Ia meminta para peserta tidak pasif menunggu instruksi, tetapi justru proaktif menggali informasi.
"Manfaatkan kesempatan PKL ini untuk belajar sebanyak-banyaknya. Jangan hanya menunggu diberikan tugas, tetapi aktif bertanya, berdiskusi, dan memahami bagaimana proses kerja di lingkungan pemerintahan. Pengalaman yang diperoleh di sini mudah-mudahan dapat menjadi bekal ketika nanti memasuki dunia kerja," ujar Topan.
Selama berada di lingkungan instansi pemerintah, reputasi tidak hanya melekat pada individu, tetapi juga institusi asal. Oleh karena itu, etika dan kedisiplinan menjadi harga mati yang harus dijaga oleh kedelapan mahasiswa tersebut.
"Selama berada di lingkungan Kanwil Kemenkum Sultra, saya berharap adik-adik dapat menjaga kedisiplinan dan etika. Tunjukkan bahwa mahasiswa memiliki semangat belajar, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab. Jadikan setiap pekerjaan sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman," tambahnya.
Bagi Kanwil Kemenkum Sultra, kehadiran mahasiswa PKL bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman langsung dari para pegawai kepada generasi muda yang kelak akan meneruskan estafet pembangunan.
Sinergi antara Kanwil Kemenkum Sultra dan perguruan tinggi diharapkan terus tumbuh melalui berbagai bentuk kolaborasi. Tujuannya jelas, yakni mencetak sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap kerja.
Kedelapan mahasiswa UM Kendari selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah unit kerja sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya kerja kantor serta mengasah keterampilan praktis yang relevan selama menjalani masa PKL.