SULAWESI TENGGARA — VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, penyesuaian jadwal ini bersifat sementara dan dilakukan dengan menyesuaikan jumlah sarana yang dioperasikan. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta.
"Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan," ujar Karina dalam keterangan tertulisnya.
Pembatalan perjalanan terkonsentrasi di lintas Bogor, Cilebut, Depok, dan Jakarta Kota. Mayoritas perjalanan yang dibatalkan berada pada jam sibuk pagi hari.
Dengan adanya penyesuaian ini, KAI Commuter mengoperasikan 1.048 perjalanan per hari di seluruh lintas KRL Jabodetabek. Jumlah ini berkurang dari sebelumnya yang mencapai 1.065 perjalanan setiap harinya.
Karina menegaskan bahwa perawatan berkala merupakan keharusan bagi sarana yang beroperasi setiap hari. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh komponen bekerja dengan baik, termasuk sistem bogie, sistem propulsi, serta komponen lain yang berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan.
Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA Nanang Agung Rohmandiyas menyatakan, tim engineering dan quality assurance perusahaannya telah terjun langsung sejak awal proses perawatan berlangsung. Mereka berkoordinasi dengan tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal.
"Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana," ujar Nanang.
KAI Commuter menyadari pembatalan perjalanan ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna setia Commuter Line. Pihaknya telah menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi selama proses perawatan berlangsung.
"Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata Karina.
Nanang menambahkan, INKA akan terus berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk memastikan seluruh rangkaian yang diproduksinya memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Ia menyebut proses ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan sebagai manufaktur dalam ekosistem perkeretaapian nasional.
"Bagi kami, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line," ujar Nanang.