SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan data RTI Business, laju IHSG ditopang oleh penguatan indeks LQ45 yang naik 0,91% ke level 662.367 pada penutupan sesi I. Data perdagangan menunjukkan total volume transaksi mencapai 22,64 miliar saham dengan nilai Rp 8,16 triliun dan frekuensi 1.345.295 kali.
Aktivitas perdagangan siang ini diwarnai aksi beli asing yang lebih dominan. Data Stockbit mencatat nilai foreign buy mencapai Rp 2,14 triliun, sementara foreign sell tercatat Rp 2,06 triliun, menghasilkan net foreign buy Rp 83,37 miliar.
Tiga emiten menjadi sasaran utama pembelian asing pada sesi I hari ini. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan total foreign buy Rp 112,57 miliar, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 109,34 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp 74,54 miliar.
Konsentrasi beli asing di sektor perbankan dan tambang mineral ini sejalan dengan penguatan indeks sektoral yang mendorong laju IHSG. BBCA dan BBRI tercatat menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks pada paruh pertama perdagangan.
Momentum penguatan IHSG terbilang solid dengan jumlah saham yang naik lebih banyak dibandingkan yang turun. Sebanyak 386 saham tercatat menguat, 213 saham melemah, dan 191 saham bergerak stagnan hingga jeda siang.
Level psikologis 6.600-an yang berhasil dipertahankan sejak pembukaan menjadi sinyal positif bagi kelanjutan perdagangan sesi kedua. Namun, investor tetap perlu mencermati potensi profit taking setelah indeks mencatat penguatan cukup signifikan dalam dua sesi terakhir.
Pergerakan IHSG pada sesi II nanti akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan arah transaksi investor asing. Jika net buy berlanjut, bukan tidak mungkin indeks menembus level tertinggi harian yang sempat disentuh pada sesi I.