MUNA BARAT — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, serta Direktur Pemasaran Corporate Pertamina Alimuddin Baso hadir dalam peninjauan tersebut. Bupati Muna Barat La Ode Darwin turut mendampingi rombongan bersama jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Kegiatan berlangsung pada awal September 2026. Tim melihat langsung aktivitas pelayanan dan distribusi BBM di SPBU, termasuk kondisi operasional serta proses pelayanan kepada konsumen.
Wahyudi Anas menegaskan, monitoring lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan. Hasil temuan di lapangan akan dievaluasi bersama pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing.
“Monitoring secara langsung memberikan gambaran mengenai kondisi penyaluran dan pelayanan BBM di lapangan. Seluruh hasil monitoring akan kami evaluasi dan tindak lanjuti bersama pihak terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara regulator, pemerintah daerah, dan badan usaha menjadi kunci agar distribusi BBM berjalan tertib dan tepat sasaran. Evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan tiap wilayah.
Alimuddin Baso menyebut, monitoring bersama memberi ruang bagi Pertamina memastikan kesiapan jaringan distribusi. Standar pelayanan yang telah ditetapkan harus diterapkan di tingkat SPBU.
“Pertamina terus memastikan jaringan distribusi dan pelayanan BBM berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Melalui monitoring bersama ini, kami dapat melihat kondisi aktual di lapangan dan mendapatkan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi,” kata Alimuddin.
Setiap masukan dari lapangan akan ditindaklanjuti bersama tim di lapangan. Proses penyaluran dipastikan berjalan optimal agar kebutuhan energi masyarakat tetap terlayani.
La Ode Darwin mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan Pertamina yang meninjau langsung kondisi di Muna Barat. Menurutnya, kehadiran para pemangku kepentingan menjadi momentum menyampaikan kebutuhan riil masyarakat daerah.
“Kehadiran pemerintah pusat, BPH Migas, dan Pertamina menjadi kesempatan untuk melihat bersama kondisi pelayanan BBM sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian dalam evaluasi ke depan,” ujar La Ode Darwin.
Ia menekankan, kelancaran distribusi BBM berpengaruh langsung pada mobilitas warga dan roda perekonomian di Muna Barat. Pemerintah daerah siap berkoordinasi agar pelayanan energi di wilayahnya terus membaik.
Hasil monitoring selanjutnya menjadi bahan evaluasi masing-masing pihak. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen menjaga keandalan jaringan distribusi melalui penguatan koordinasi dan penyempurnaan proses operasional.