Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 11.200 ton hingga Agustus 2026. Angka ini melampaui dua kali lipat dari target 5.000 ton yang ditetapkan kantor pusat, meski musim kemarau mulai melanda sejumlah daerah.
KENDARI — Bulog Sultra membuktikan penyerapan gabah tetap bisa digenjot di tengah musim kemarau. Realisasi hingga Agustus 2026 mencapai 11.200 ton, jauh melampaui target awal 5.000 ton yang diberikan kantor pusat untuk periode yang sama.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sultra Erdi Baskoro mengungkapkan capaian itu diraih lewat penelusuran aktif ke daerah-daerah yang masih punya potensi panen.
Untuk menjaga ritme penyerapan di musim kering, Bulog tidak bekerja sendiri. Erdi menyebut koordinasi intensif dilakukan dengan penyuluh pertanian, Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI, serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polri.
“Memang kemarau sudah mulai terasa, tetapi pada Agustus kami tetap mengoptimalkan penyerapan. Dari kantor pusat kami ditargetkan 5.000 ton gabah, Alhamdulillah hingga Agustus realisasinya sudah mencapai 11.200 ton,” kata Erdi di Kendari, Selasa.
Potensi panen saat ini disebutnya tersebar di sejumlah titik dengan skala relatif kecil. Meski begitu, Bulog tetap bergerak menjangkau setiap wilayah tersebut.
“Saat ini memang ada titik-titik panen skala kecil, tetapi tetap kami optimalkan serapan berasnya,” ujarnya.
Bulog berharap penguatan infrastruktur irigasi dan bantuan sarana pompa air mampu menopang produksi petani menghadapi dampak kemarau. Erdi menyebut Kementerian Pertanian terus menyalurkan bantuan pompanisasi demi menjamin ketersediaan air di lahan pertanian.
"Dengan dukungan infrastruktur tersebut, Bulog optimistis penyerapan gabah masih dapat digenjot pada periode akhir September hingga November 2026 guna memaksimalkan target tahunan," jelas Erdi.
Di luar penyerapan gabah, Bulog Kanwil Sultra juga menyiagakan pasokan untuk program bantuan pangan pemerintah. Pada periode Juli hingga September 2026, Bulog ditugaskan menyalurkan bantuan kepada 324.272 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah Sultra.
Setiap penerima mendapatkan alokasi 10 kilogram beras per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan tiga bulan tersebut, Bulog Sultra menyiapkan pasokan sebanyak 9.728 ton beras.