Pemerintah Kota Kendari mengaktifkan kembali Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) olahan pangan di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, untuk menampung pelaku usaha pangan lokal yang selama ini berjualan di pinggiran jalan. Fasilitas yang dibangun memakai dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021 itu menyediakan 14 los dengan masa sewa gratis tiga bulan pertama. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyatakan sentra ini juga menjadi upaya penataan kota agar aktivitas ekonomi terpusat di satu lokasi.
KENDARI — Sentra IKM olahan pangan di Kelurahan Sanua, Kendari Barat, kembali dibuka setelah bertahun-tahun tidak dimanfaatkan. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyebut pembukaan kembali ini menyasar pelaku usaha seperti rumah makan ikan bakar yang selama ini berjualan di bahu jalan.
"Supaya para pengusaha, IKM dan UMKM seperti rumah makan ikan bakar tidak lagi berjualan di pinggiran jalan," ucap Siska saat ditemui di Kendari, Kamis.
Bangunan sentra IKM ini bukan proyek baru. Pembangunannya memakai dana alokasi khusus (DAK) pada 2021, tetapi tidak pernah dioperasikan pemda untuk para pelaku UMKM.
Di lokasi tersedia 14 los yang bisa langsung dipakai pedagang olahan pangan. "Di sini ada 14 los diharapkan IKM dan UMKM olahan pangan kita bisa menggunakan untuk kesejahteraan mereka," ungkap Siska.
Pemkot Kendari membebaskan biaya sewa selama tiga bulan pertama bagi pedagang yang bersedia pindah. Selama masa itu, para pedagang diminta membersihkan lokasi secara mandiri.
Kebijakan ini menyasar penjual di area pelabuhan dan pasar kota. "Supaya para penjual di area pelabuhan dan pasar kota bisa pindah berjualan di sini, tidak berhamburan di pinggiran jalan," jelasnya.
Menurut Siska, ada manfaat ganda dari penataan ini. "Ini juga manfaat ganda selain untuk para pedagang juga kota Kendari lebih tertata dan tidak kumuh," jelasnya.
Kota Kendari memiliki sekitar 600 IKM khusus olahan pangan dengan kemampuan menyerap kurang lebih 1.500 tenaga kerja. Angka itu dinilai cukup besar untuk mendorong perputaran ekonomi daerah.
Sentra IKM juga diharapkan mengerek pertumbuhan sektor kewirausahaan. Kota Kendari tercatat masuk tiga besar daerah pertumbuhan ekonomi nasional dengan capaian 7,78 persen pada triwulan pertama 2026.
"Pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan terus diperkuat melalui pengembangan sektor usaha, peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja," jelasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerprin) Kota Kendari Farida Agustina menilai sentra IKM bisa memperluas pemasaran olahan pangan lokal sekaligus membangun jejaring ekonomi antara UMKM dan pengunjung.
"Sehingga olahan pangan lokal kita lebih dikenal dan disukai karena promosinya bisa dilakukan di sentra IKM ini," tambahnya.
Pemkot belum menyebut tenggat resmi pemindahan pedagang dari area pelabuhan dan pasar kota ke Sentra IKM Sanua.