SULAWESI TENGGARA — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan polarisasi di segmen elektrifikasi pada Agustus 2026. Pengiriman BEV ke dealer melonjak 3.441 unit dari bulan sebelumnya, sementara HEV kehilangan 337 unit. PHEV nyaris stagnan dengan kenaikan 20 unit.
Wholesales BEV Agustus 2026 mencapai 17.413 unit, naik dari 13.972 unit pada Juli. Ini kenaikan bulanan terbesar di antara tiga segmen elektrifikasi yang dipantau Gaikindo.
Angka tersebut menegaskan posisi BEV sebagai tulang punggung pertumbuhan elektrifikasi nasional. Sepanjang Januari–Agustus 2026, distribusi BEV ke dealer sudah menyentuh 101.171 unit, tumbuh 99,4 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Segmen plug-in hybrid bergerak minim. Wholesales PHEV Agustus tercatat 1.993 unit, hanya 20 unit lebih tinggi dari 1.973 unit pada Juli.
Meski bulanannya datar, akumulasi delapan bulan pertama 2026 justru melesat. PHEV tumbuh 223,8 persen menjadi 8.981 unit pada Januari–Agustus 2026.
HEV menjadi satu-satunya segmen elektrifikasi yang menyusut secara bulanan. Pengiriman ke dealer turun 4,2 persen dari 8.004 unit pada Juli menjadi 7.667 unit pada Agustus.
Penurunan ini terjadi di tengah tren tahunan yang masih kuat. Wholesales HEV Januari–Agustus 2026 tumbuh 43,3 persen menjadi 58.040 unit dibanding periode sama 2025.
Artinya, koreksi Agustus lebih bersifat bulanan ketimbang pergeseran struktural. Pasar hybrid Indonesia masih jauh lebih besar dari realisasi 2025.
Di luar segmen elektrifikasi, penjualan mobil penumpang dan komersial konvensional secara wholesales naik 11,8 persen sepanjang Januari–Agustus 2026 menjadi 356.991 unit.
Sebaliknya, segmen Low Cost Green Car (LCGC) menyusut 13,6 persen menjadi 74.308 unit pada periode yang sama. Kontraksi LCGC ini terjadi saat total pasar justru tumbuh dua digit.
Kombinasi BEV naik tajam, PHEV stagnan, dan HEV turun bulanan menunjukkan preferensi konsumen bergerak ke dua arah berlawanan. Pembeli yang siap dengan infrastruktur pengisian daya langsung lompat ke BEV. Sementara pembeli yang masih ragu beralih ke opsi elektrifikasi penuh, sebagian menahan diri dari HEV.
Koreksi LCGC juga menarik. Saat daya beli kelas menengah bawah tertekan, pembeli bergeser ke mobil konvensional segmen atas atau menunda pembelian sama sekali. Data Gaikindo ini menjadi basis penting untuk membaca arah kebijakan insentif elektrifikasi dan pajak kendaraan pada sisa 2026.