Karhutla Kolaka Timur Hanguskan 423,14 Hektare, Pemprov Sultra Kerahkan Personel dan Layanan Kesehatan

Penulis: Vicky Prasetya  •  Kamis, 17 September 2026 | 13:31:01 WIB

KENDARI — BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara menurunkan personel dan peralatan untuk mendukung operasi pemadaman bersama BPBD Kabupaten Kolaka Timur. Data hingga 16 September 2026 mencatat luas lahan terdampak mencapai 423,14 hektare, tersebar di tiga kecamatan, tujuh desa, dan satu kelurahan.

Pos penanganan Karhutla dipusatkan di Kantor Polsek Lalolae. Operasi melibatkan Manggala Agni, TNI/Polri, BPBD Kolaka Timur, dan unsur terkait lainnya yang bertugas secara bergiliran.

Desa Weamo Jadi Lokasi Penanganan Terbesar

Desa Weamo di Kecamatan Tinondo menjadi titik dengan area pemadaman terluas, mencapai sekitar 319,35 hektare. Sebagian area yang terbakar merupakan lahan gambut yang lebih sulit dipadamkan dibanding lahan mineral.

Kondisi geografis menyulitkan petugas mencapai titik api. Mereka harus berjalan kaki sekitar satu kilometer dari permukiman warga untuk menjangkau lokasi kebakaran.

Hembusan angin kencang yang berubah arah memperlambat proses pemadaman. Mobil tangki air dan peralatan pemadaman terus disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi perluasan api.

15 Warga di Tinengi Mengalami Hipertensi Saat Pemeriksaan

Tim medis Dinas Kesehatan Sultra membuka layanan kesehatan di Balai Kelurahan Tinengi dengan sasaran 35 warga. Hasil pemeriksaan menunjukkan 15 warga mengalami hipertensi.

Sebanyak 20 warga lainnya mengeluhkan batuk, sesak napas, dan ISPA. Pemeriksaan berlanjut ke Desa Solewatu dengan sasaran 30 warga, lalu ke Desa Weamo untuk memberikan pengobatan kepada warga dan petugas pemadam.

Kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan mencakup obat-obatan, vitamin, dan masker N95 bagi warga maupun petugas.

Lahan Gambut di Kolaka Timur Dipetakan

DLH Provinsi Sultra melakukan pemetaan dan analisis lahan gambut yang berpotensi rawan Karhutla. Langkah ini diarahkan pada upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke area baru.

Pemprov Sultra melalui rapat koordinasi Satgas Bencana Provinsi menetapkan Kolaka Timur sebagai prioritas penanganan Karhutla dan kekeringan. Seluruh instansi terkait diminta memperkuat dukungan sesuai kewenangan masing-masing.

BWS menyatakan kesiapan mendukung peralatan dan bahan bakar bagi tim di lapangan. Rencana pengadaan sumur bor di lokasi kebakaran sedang disiapkan dan masih menunggu Instruksi Presiden.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top