BUTON SELATAN — Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Ridwan Badallah, menilai tradisi Meta'u'a tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan masyarakat biasa. Menurutnya, tradisi itu bisa dikembangkan menjadi agenda pariwisata yang terencana. Pemerintah provinsi akan mendorong kegiatan tersebut masuk kalender event daerah, lalu diusulkan ke kalender event pariwisata yang lebih luas.
Penilaian itu disampaikan Ridwan saat menghadiri Tradisi Meta'u'a di Kecamatan Siompu, Minggu, 20 September 2026. Tradisi ini melibatkan enam desa di kawasan Binawakili. Semangat kebersamaan yang tampak dalam kegiatan adat itu menjadi salah satu alasan utama dorongan tersebut.
Ridwan menyoroti kekuatan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat Siompu. Enam desa yang bersatu dalam satu kegiatan adat dinilai mencerminkan jiwa kebersamaan yang kian jarang ditemui. Nilai itu, katanya, penting untuk terus dipertahankan.
"Semangat kegotongroyongan, saling bahu-membahu, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, dari enam desa yang bersatu dalam satu kegiatan, ini sebuah jiwa yang mungkin sudah mulai luntur di era sekarang," ujarnya.
Menurut Ridwan, semangat masyarakat menjaga tradisi Meta'u'a menunjukkan kekuatan budaya yang masih mengakar. Pemerintah provinsi melihatnya sebagai modal awal untuk mengembangkan pariwisata budaya di Buton Selatan.
Ridwan menilai pengembangan pariwisata Buton Selatan tidak dapat hanya mengandalkan satu jenis destinasi. Daerah ini memiliki kekayaan bahari, budaya, sejarah, serta sejumlah pulau dan kawasan pesisir. Semua potensi itu dapat dikemas menjadi satu kesatuan paket wisata.
Khusus Siompu, kekuatan tersebut dapat diperkuat dengan menggabungkan tradisi adat, sejarah masyarakat, dan potensi wisata bahari dalam satu narasi destinasi. Dengan pendekatan itu, wisatawan tidak hanya datang menikmati alam, tetapi juga mengenal sejarah dan kebudayaan warga setempat.
Ridwan juga mendorong peningkatan infrastruktur pendukung pariwisata. Potensi wisata yang besar, menurutnya, membutuhkan akses dan fasilitas memadai agar manfaat ekonominya sampai ke masyarakat.
Pemerintah provinsi akan terus mengupayakan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuka peluang dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pariwisata di Buton Selatan. Langkah ini dinilai penting karena akses yang terbatas kerap menjadi penghambat kunjungan wisatawan.
Pengembangan destinasi juga diarahkan agar melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Budaya, produk masyarakat, kuliner, kerajinan, hingga kegiatan adat diharapkan menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Dorongan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memperkuat pembangunan di Siompu, termasuk pemenuhan kebutuhan listrik dan pembangunan infrastruktur jalan.
Dengan dukungan infrastruktur dan promosi yang lebih terarah, Tradisi Meta'u'a diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dilaksanakan masyarakat. Kegiatan itu berpeluang berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya Buton Selatan dan Sulawesi Tenggara.