BAUBAU — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah perairan Sulawesi Tenggara. Peringatan dini ini berlaku mulai 21 September 2026 pukul 08.00 WIB hingga 24 September 2026 pukul 08.00 WIB.
Pola angin di wilayah tersebut umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar 2 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort, terkonsentrasi di Perairan Baubau dan Teluk Bone Barat Kabaena.
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian lebih dari 1,25 meter hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di dua wilayah. Keduanya adalah Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau.
Prakiraan ini berlaku dalam tiga periode harian yang sama. Periode pertama 21 September pukul 08.00 hingga 22 September pukul 08.00. Periode kedua 22 September pukul 08.00 hingga 23 September pukul 08.00. Periode ketiga 23 September pukul 08.00 hingga 24 September pukul 08.00.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan. Risiko tersebut terutama muncul saat pasang maksimum.
BMKG menyarankan seluruh pengguna jasa kelautan merencanakan aktivitas dengan lebih aman selama periode prakiraan berlangsung. Pemantauan informasi terkini dari BMKG disebut sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Wilayah Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau termasuk jalur pelayaran ramai di Sulawesi Tenggara. Keduanya melayani rute penghubung antarwilayah di jazirah tenggara Sulawesi, termasuk aktivitas nelayan harian dan angkutan penumpang antarpulau.