SULAWESI TENGGARA — Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis (PASINBIS) Universitas Airlangga membuka pendaftaran Program Inkubator Bisnis ATAVI Batch 2 dengan target menambah tenant baru dari kalangan mahasiswa. Sejak 2018, program ini telah menginkubasi 292 tenant dan mengantar tiga startup binaan menjadi finalis World Startup Championship 2026 di Pakistan. Program menyediakan pendampingan hingga 12 bulan plus akses business matching dengan venture capitalist.
Sosialisasi program bertajuk Recruitment Start-Up 2026 Batch 2 Airlangga Startup and Innovation (ATAVI) digelar di Gedung Kahuripan Ruang 301 Kampus MERR-C UNAIR. Kegiatan ini menyasar seluruh sivitas akademika UNAIR yang memiliki usaha berjalan minimal enam bulan, baik berbasis riset maupun non-riset.
Kepala program, Ahmad Fadlur Rahman Bayuny SEI MScIBF PhD, menyatakan inkubator berperan menjembatani wirausaha muda dengan ekosistem pendanaan dan pengembangan usaha. "Menjadi pengusaha jalannya terjal dan penuh tantangan. Inkubator hadir untuk mempermudah jalan pengusaha," ujarnya dalam pemaparan program.
ATAVI membagi pendampingan ke dalam dua kategori. Startup non-riset ditujukan bagi bisnis yang sudah berjalan tanpa basis penelitian, sementara startup riset menyasar usaha yang lahir dari hilirisasi riset kampus. Pemisahan ini memungkinkan pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tipe usaha.
Bagi bisnis yang lolos seleksi, peserta wajib mengikuti bootcamp selama 12 bulan. Tahapan ini mencakup mentoring intensif, penyusunan model bisnis, hingga penguatan strategi pemasaran. Setelah mentoring selesai, peserta masuk tahap business matching untuk dipertemukan dengan venture capitalist atau investor yang sesuai.
Salah satu tenant binaan, Shifa Fauziyah SSi MKedTrop, membagikan pengalaman membangun Biology and Natural Science Community (BIONAS). Bisnis berbasis sains ini dimulai pada 2022 sebagai penyedia alat peraga sains. Kini BIONAS memiliki berbagai kelas sains interaktif dan kelas sensori.
BIONAS tercatat telah melayani sekitar 5.500 siswa dan menyuplai preparat biologis ke 20 universitas terkemuka di Indonesia. Capaian ini menunjukkan inkubasi kampus dapat mendorong pertumbuhan bisnis berbasis pengetahuan secara terukur.
"Saya dan tim mendapatkan banyak hal dari inkubator UNAIR, di antaranya jejaring, strategi memperluas pasar, hingga informasi legalitas," kata Shifa. Ia menambahkan BIONAS akan menargetkan ekspansi layanan ke berbagai wilayah Indonesia.
Sejak 2018, ATAVI telah menginkubasi 292 tenant dari berbagai fakultas di UNAIR. Tiga startup binaan dari Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran Hewan, dan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin berhasil menjadi finalis World Startup Championship 2026 di Pakistan.
Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa pendampingan inkubator tidak berhenti di level lokal. Program ini menyiapkan startup mahasiswa untuk bersaing di ajang internasional sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus.
Pendaftaran ATAVI Batch 2 terbuka bagi mahasiswa, dosen, dan alumni UNAIR yang memiliki usaha aktif. Informasi lebih lanjut mengenai syarat dan jadwal seleksi dapat diakses melalui kanal resmi PASINBIS UNAIR.