Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah akademisi dan peneliti ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas penanganan lahan gambut yang terbakar berulang setiap tahun. Pertemuan yang digelar Kamis siang ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam rapat terbatas pada 16 September 2026. Diskusi difokuskan pada pencarian solusi menyeluruh dengan melibatkan pakar dari dalam dan luar negeri.
JAKARTA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto diagendakan berdiskusi dengan banyak akademisi untuk membahas persoalan lahan gambut secara lebih mendalam. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.
"Iya, siang ini Pak Presiden akan berdiskusi dengan banyak akademisi, membahas penanganan lahan gambut yang tahun ke tahun selalu terbakar," tutur Seskab Teddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Diskusi ini menindaklanjuti arahan Prabowo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka pada 16 September 2026. Dalam rapat tersebut, Presiden meminta pembahasan melibatkan berbagai unsur keilmuan.
Lahan gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar di lapisan tanahnya. Ketika terbakar, api menjalar di bawah permukaan dan sulit dideteksi dari atas.
Kondisi ini membuat kebakaran gambut cenderung berulang setiap musim kemarau. Pemerintah menilai perlu pendekatan berbasis kajian ilmiah, bukan sekadar pemadaman darurat.
Presiden sebelumnya menekankan pentingnya penanganan menyeluruh dengan melibatkan para pakar, akademisi, serta lembaga penelitian.
Dalam rapat terbatas yang digelar secara hybrid pada Rabu (16/9), Presiden Prabowo meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta fakultas-fakultas di perguruan tinggi turut membahas persoalan gambut.
"Saya ingin langsung bertatap muka dengan para pakar gambut yang ada di Indonesia, dan juga yang dari luar negeri," ujar Presiden Prabowo dalam rapat tersebut.
Menurut Presiden, berbagai perspektif keilmuan diperlukan untuk merumuskan langkah penanganan secara komprehensif.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa melalui diskusi ini Presiden ingin mendengarkan pandangan dan masukan dari kalangan akademisi mengenai pengelolaan serta penanganan lahan gambut.
Pembahasan diharapkan memberikan perspektif berbasis kajian dalam menghadapi persoalan kebakaran lahan gambut yang berulang dari tahun ke tahun.
Pelibatan para pakar dan akademisi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kebijakan berbasis pengetahuan. Masukan dari berbagai bidang keilmuan selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan yang menyeluruh.
"Tapi mungkin kita juga ada dari BRIN, dari fakultas-fakultas, saya minta kita bahas benar-benar masalah gambut ini, dan kita mulai ambil langkah-langkah yang benar-benar menyeluruh untuk kita selesaikan," tutur Presiden.