Kepala Madrasah Al-Askar Kendari Minta Penyaluran MBG dari SPPG Watubangga Baruga Kembali Normal

Penulis: Udin Syamsul  •  Jumat, 25 September 2026 | 23:31:02 WIB
Kepala MTs Al-Askar Kendari Wa Ode Nurliati Fahidu meminta penyaluran MBG dari SPPG Watubangga Baruga kembali normal.

Madrasah Aliyah Al-Askar Kendari meminta penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga kembali normal usai masa pemberhentian sementara dari Badan Gizi Nasional. Kepala Sekolah MTs Al-Askar Kendari Wa Ode Nurliati Fahidu menyebut 57 santri sempat terdampak kelalaian proses memasak. Pihaknya berharap pengawasan tahapan penyediaan makanan diperketat agar kelayakan konsumsi siswa terjamin.

KENDARI — Kepala Sekolah MTs Al-Askar Kendari Wa Ode Nurliati Fahidu menyatakan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga selama ini menyasar pelajar MTs dan MA di lingkungan Pondok Pesantren Al-Askar Kendari. Program itu dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri, terutama saat menjalani puasa sunah.

SPPG Watubangga Baruga sebelumnya menjalani pemberhentian sementara (suspend) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Nurliati berharap masa suspend tidak berlangsung lama karena siswa sebagai penerima manfaat mesti kembali menikmati layanan tersebut.

57 Santri Alami Dampak Kelalaian Proses Memasak

Nurliati mengungkapkan 57 anak didiknya sempat terdampak usai menyantap MBG. Rinciannya, 52 santri putri dan empat santri putra. Kejadian itu terjadi setelah ada kelalaian dalam proses memasak.

"Tapi dengan kejadian itu untuk beberapa waktu tidak ada MBG di madrasah kami. Jadi, prosesnya jangan lama-lama agar siswa kami sebagai penerima manfaat bisa menikmati lagi," ungkap Nurliati saat ditemui di Kendari, Selasa.

Sebelum insiden tersebut, makanan bergizi yang dikonsumsi para santri selalu aman. Nurliati meminta SPPG menguji kelayakan makan sebelum didistribusikan ke siswa.

"Kalau bisa pihak SPPG nanti bisa menguji dulu kelayakan makan sebelum diberikan para siswa," tegasnya.

MBG Bantu Sahur Santri Saat Puasa Sunah

Persediaan MBG tidak hanya berkontribusi memenuhi konsumsi siswa ketika istirahat makan siang. Nurliati menyebut pihak SPPG juga mendistribusikan makanan untuk sahur para santri yang menjalankan puasa sunah.

Menu MBG yang disajikan sejak awal pendistribusian banyak disukai para siswa dan santri. Karena itu, ia berharap layanan bisa segera berjalan kembali seperti semula.

"Karena saya masih ingat ketika para santri akan melaksanakan puasa sunah, pihak SPPG akan mendistribusikan makanan untuk sahur para santri," ujarnya.

Pengawasan Tahapan Penyediaan Makanan Diminta Diperketat

Nurliati meminta kejadian yang menimpa 57 anak didiknya menjadi bahan evaluasi SPPG. Seluruh tahapan proses penyediaan makanan maupun bahan pangan perlu diawasi lebih ketat.

Upaya itu demi menjaga kelayakan makanan yang disajikan tetap aman sampai ke siswa. Pengawasan juga diminta mencegah kelalaian selama proses penyediaan MBG berlangsung.

"Pengawasanya harus diperketat karena resiko itu di para siswa kami bukan penyedia," jelas Nurliati.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top