Pencarian

11 Daerah di Sulawesi Tenggara Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Lahan Sawah Terdampak Capai 3.041 Hektare

Kamis, 27 Agustus 2026 • 08:40:31 WIB
11 Daerah di Sulawesi Tenggara Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Lahan Sawah Terdampak Capai 3.041 Hektare
Lahan sawah di Sulawesi Tenggara yang terdampak kekeringan mencapai 3.041,55 hektare.

KENDARI — Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara mencatat luas lahan pertanian yang mengalami kekeringan terus bertambah seiring meluasnya dampak musim kemarau. Dari 2.846 hektare pada pekan-pekan sebelumnya, kini tercatat 3.041,55 hektare sawah yang membutuhkan penanganan segera.

Pelaksana Tugas Kepala Distanak Sultra Muhammad Taufik mengungkapkan, status darurat kekeringan telah ditetapkan oleh 11 pemerintah daerah. Wilayah yang terkena dampak mencakup daerah kepulauan hingga daratan, mulai dari Bombana, Kolaka Timur, Buton Utara, Muna, Muna Barat, Buton Selatan, Buton Tengah, Konawe Selatan, Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, hingga Kota Kendari.

Mengapa Status Darurat Menjadi Krusial bagi Petani?

Penetapan status darurat oleh para kepala daerah bukan sekadar formalitas. Muhammad Taufik menegaskan bahwa keputusan ini menjadi pijakan penting untuk mempercepat mobilisasi sumber daya darurat di lapangan.

"Keputusan ini mempermudah koordinasi lintas sektor dan percepatan penanganan bencana, termasuk pendistribusian air bersih ke kawasan krisis. Jika eskalasi dampak kekeringan melampaui kapasitas daerah, jalur koordinasi ke pemerintah provinsi dan pusat kini sudah terbuka," ujarnya di Kendari, Rabu.

Dengan status ini, pemerintah daerah juga bisa segera menggerakkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk operasional penanggulangan, termasuk pengiriman air bersih ke titik-titik krisis.

Ratusan Hektare Lahan Padi Terancam Gagal Panen

Dari total lahan yang terdampak, Distanak Sultra menyiapkan langkah mitigasi khusus untuk 179,6 hektare lahan padi yang berisiko tinggi mengalami puso atau gagal panen. Penanganan intensif difokuskan di tiga wilayah dengan luasan terdampak terbesar.

  • Kabupaten Bombana: 113 hektare
  • Kabupaten Konawe Selatan: 59,6 hektare
  • Kabupaten Kolaka: 7 hektare

Strategi Adaptasi: Ubah Pola Tanam dan Varietas Tahan Kering

Pemprov Sultra tidak hanya mengandalkan bantuan air bersih. Para petani di wilayah terdampak didorong untuk segera beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.

Muhammad Taufik menambahkan bahwa pihaknya terus mengimbau petani untuk mengubah pola tanam dan beralih menggunakan varietas unggul yang tahan kering. Langkah ini dinilai mampu meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar di tengah ketidakpastian datangnya hujan.

Kekeringan tahun ini menjadi ujian bagi ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara, terutama di wilayah kepulauan yang bergantung pada pasokan air dari daratan. Pemerintah daerah kini berfokus pada percepatan distribusi air dan memastikan bantuan logistik menjangkau petani di lokasi paling terpencil.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks