KENDARI — Kemenhaj Sultra menilai peran humas semakin krusial di tengah membanjirnya informasi yang beredar di masyarakat. Plt. Kakanwil Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya, menegaskan bahwa publik tidak hanya membutuhkan pelayanan yang baik, tetapi juga informasi yang jelas dan disampaikan tepat waktu.
"Kehumasan adalah wajah dan suara lembaga. Karena itu, setiap informasi yang keluar harus diolah dan dicermati dengan baik agar mampu mencerminkan kinerja, pelayanan, dan integritas lembaga secara objektif serta menjaga kepercayaan masyarakat," ujar Lalan Jaya di Kendari.
Informasi Publik Harus Melewati Proses Pemeriksaan Ketat
Lalan menekankan bahwa pekerjaan humas tidak sekadar menyampaikan berita. Setiap informasi yang akan dipublikasikan wajib melalui proses pengolahan dan pemeriksaan agar tidak menimbulkan kebingungan atau penafsiran berbeda di tengah masyarakat.
Menurutnya, ketika sebuah informasi telah tayang di media maupun media sosial, maka informasi tersebut menjadi konsumsi publik. Ketepatan data, kejelasan narasi, dan cara penyajian menjadi bagian penting dalam menjaga citra lembaga.
Materi: Dari Teknik Menulis Berita hingga Strategi Konten Digital
Kegiatan ini menghadirkan Wartawan senior LKBN Antara Biro Sultra, Abdul Azis Senong, yang memaparkan teknik penulisan berita. Peserta diajak mengubah data layanan menjadi narasi jurnalistik yang informatif, termasuk memahami delapan prinsip dasar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), struktur berita, dan penggunaan bahasa jurnalistik.
Narasumber lain, Ismu Samadhani, wartawan media online Kendari, membahas kreativitas konten digital. Para peserta diperkenalkan dengan enam pilar konten yang bisa dikembangkan, mulai dari edukasi, informasi, human interest, hingga klarifikasi dan apresiasi.
Kemenhaj Sultra juga menghadirkan narasumber dari pusat, Biro Humas Kemenhaj RI, Ranita E. Harahap, melalui sambungan virtual zoom untuk membahas arah kebijakan dan strategi diseminasi informasi layanan haji dan umrah.
Target: Humas Kredibel dan Komunikasi Publik yang Kuat
Melalui kegiatan ini, Kemenhaj Sultra berharap jajaran humasnya tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga membangun komunikasi publik yang kredibel. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan haji dan umrah di Sulawesi Tenggara.