Pencarian

Rumor Akuisisi PayPal oleh Stripe dan Advent Batal, Nilai Deal Capai Rp 875 Triliun

Jumat, 28 Agustus 2026 • 14:48:31 WIB
Rumor Akuisisi PayPal oleh Stripe dan Advent Batal, Nilai Deal Capai Rp 875 Triliun
Rencana akuisisi PayPal oleh konsorsium Stripe dan Advent International batal setelah negosiasi dihentikan.

SULAWESI TENGGARA — Rencana akuisisi besar-besaran di industri pembayaran digital dipastikan gagal. Stripe dan Advent International, yang sebelumnya dikabarkan mengincar PayPal, kini dilaporkan menghentikan negosiasi, menurut sumber yang dikutip Bloomberg.

Padahal, jika deal ini terealisasi, transaksinya akan menjadi salah satu leveraged buyout (akuisisi dengan utang) terbesar dalam sejarah, dengan nilai mencapai US$ 53 miliar atau setara Rp 875 triliun (kurs Rp 16.500).

Kronologi Negosiasi yang Gagal

Kabar mengejutkan ini berawal pada Juli 2025, saat harga saham PayPal berada di titik terendah dan valuasi perusahaan menyentuh US$ 40 miliar. Pada saat itu, Stripe dan Advent dikabarkan telah mengajukan tawaran resmi senilai US$ 53 miliar, namun ditolak oleh manajemen PayPal.

Alih-alih mundur, konsorsium pembeli justru menyiapkan tawaran yang lebih tinggi. Namun, kondisi pasar berubah drastis. Laporan keuangan PayPal kuartal terakhir berhasil melampaui estimasi analis, mendorong harga sahamnya melonjak 40 persen. Kenaikan ini membuat valuasi PayPal kembali naik, sehingga skema pembiayaan dengan utang menjadi tidak lagi efisien bagi Stripe dan Advent.

Mengapa Stripe dan Advent Mengincar PayPal?

Ketertarikan Stripe pada PayPal sebenarnya bukan tanpa alasan. Sebagai perusahaan payment gateway yang fokus pada transaksi online, Stripe selama ini sangat bergantung pada infrastruktur jaringan kartu kredit Visa dan Mastercard. Mengakuisisi PayPal akan memberi Stripe akses langsung ke ekosistem pembayaran milik PayPal, termasuk layanan dompet digital Venmo yang sangat populer di Amerika Serikat.

Selain itu, integrasi dengan PayPal akan memungkinkan Stripe mengadopsi fitur kripto yang sudah dikembangkan PayPal. Ini menjadi langkah strategis untuk memperluas layanan di tengah tren aset digital yang terus tumbuh.

Langkah PayPal di Bawah CEO Baru

Di sisi lain, PayPal sendiri tengah berbenah di bawah kepemimpinan CEO Enrique Lores yang resmi menjabat sejak Maret 2025. Lores membawa strategi turnaround dengan membagi struktur perusahaan menjadi tiga unit bisnis utama: layanan checkout, Venmo, dan divisi pembayaran serta kripto. Restrukturisasi ini diyakini menjadi faktor kunci yang membuat kinerja keuangan PayPal membaik akhir-akhir ini.

Meski negosiasi batal, Bloomberg melaporkan bahwa Stripe dan Advent masih berpeluang mengajukan tawaran baru di masa depan. Namun, dengan valuasi PayPal yang kini sudah pulih, peluang mendapatkan harga diskon semakin tipis.

Dampak bagi Pengguna dan Industri

Pembatalan akuisisi ini berarti tidak ada perubahan langsung bagi pengguna PayPal di Indonesia. Layanan transaksi internasional, penerimaan pembayaran dari luar negeri, serta fitur-fitur yang sudah ada akan tetap berjalan seperti biasa.

Dari sisi industri, gagalnya merger ini mempertahankan peta persaingan pembayaran digital global tetap seperti sekarang. Stripe dan PayPal akan terus bersaing sebagai dua pemain dominan, sementara Venmo tetap menjadi produk unggulan PayPal yang terpisah dari ekosistem Stripe.

Keputusan akhir dari konsorsium Stripe dan Advent masih dinantikan pasar. Namun, dengan fundamental PayPal yang mulai membaik, peluang akuisisi murah tampaknya telah tertutup untuk saat ini.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks