Pencarian

Kemenkum Sultra dan Bappeda Baubau Petakan Potensi Indikasi Geografis Wilayah Buton

Minggu, 27 September 2026 • 08:31:31 WIB
Kemenkum Sultra dan Bappeda Baubau Petakan Potensi Indikasi Geografis Wilayah Buton
Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Sultra, Linda Fatmawati Saleh, memimpin pertemuan dengan jajaran Bappeda Kota Baubau.

BAUBAU — Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Sultra, Linda Fatmawati Saleh, memimpin pertemuan dengan Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, dan Infrastruktur Bappeda Kota Baubau, Sabaruddin. Pertemuan itu membahas inventarisasi produk unggulan daerah yang berpeluang memperoleh pelindungan hukum atas nama geografisnya.

Diskusi berlangsung di kantor Bappeda Kota Baubau dan difokuskan pada pemetaan komoditas yang memiliki karakteristik, kualitas, atau reputasi tertentu. Faktor geografis wilayah Buton menjadi pertimbangan utama dalam penilaian awal tersebut.

Apa Itu Indikasi Geografis dan Mengapa Penting bagi Daerah

Indikasi Geografis adalah jenis kekayaan intelektual yang melindungi produk yang kekhasannya berasal dari wilayah asal. Perlindungan ini diberikan ketika kualitas atau reputasi produk benar-benar dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sumber daya alam, atau tradisi masyarakat setempat.

Jika memenuhi persyaratan yang ditetapkan, pelindungan IG dapat menjaga kekhasan produk sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing produk lokal. Produk yang terlindungi tidak bisa diklaim atau ditiru oleh pihak luar daerah.

Peran Pemerintah Daerah Jadi Kunci Tahap Awal

Linda menekankan bahwa pemerintah daerah memegang peran sentral dalam memetakan potensi produk unggulan yang berkaitan dengan kondisi geografis, sumber daya alam, serta pengetahuan atau tradisi masyarakat setempat.

"Melalui koordinasi lintas sektor, potensi produk daerah dapat diinventarisasi dan dikaji secara lebih terarah untuk melihat peluang pelindungannya melalui Indikasi Geografis. Proses ini membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait sejak tahap awal," ujarnya.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya dukungan data dan kajian mengenai karakteristik produk. Data itu menjadi dasar untuk menilai keterkaitan antara produk dengan reputasi atau kualitas yang khas dari wilayah asalnya.

Kakanwil Dorong Kajian Bertahap Produk Khas Sultra

Kakanwil Kemenkum Sultra, Topan Sopuan, menyatakan bahwa pemetaan potensi IG merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kekayaan intelektual yang berbasis pada keunggulan daerah.

"Sulawesi Tenggara memiliki beragam potensi sumber daya alam dan produk khas yang perlu terus diidentifikasi. Kami mendorong pemerintah daerah untuk bersama-sama menggali potensi tersebut dan melakukan kajian secara bertahap, sehingga produk yang memiliki karakteristik geografis dapat diarahkan untuk memperoleh pelindungan dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Langkah Lanjutan Bersama Perangkat Daerah

Melalui koordinasi dengan Bappeda Kota Baubau, Kanwil Kemenkum Sultra mendorong agar proses identifikasi dan pemetaan potensi sumber daya alam wilayah Buton terus dilanjutkan bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Upaya tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan produk berbasis geografis. Dua manfaat yang dibidik: pelestarian kekhasan daerah dan peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat Baubau dan sekitarnya.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks