Pencarian

Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87 Persen pada Agustus 2026, Nilainya Tembus Rp 23,16 Triliun

Jumat, 09 Oktober 2026 • 11:02:01 WIB
Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87 Persen pada Agustus 2026, Nilainya Tembus Rp 23,16 Triliun
Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, menyampaikan capaian transaksi kripto nasional dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026).

JAKARTA — Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK September 2026, Senin (5/10/2026). Angka ini membalikkan tren penurunan transaksi yang terjadi pada beberapa bulan sebelumnya.

OJK menilai pertumbuhan jumlah konsumen di tengah dinamika nilai transaksi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih terjaga. Selain perdagangan di pasar spot, aktivitas pada transaksi derivatif aset keuangan digital juga tercatat tumbuh lebih tinggi.

Bitcoin Naik 25 Persen, Investor Ritel Kembali Aktif

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perbaikan sentimen pasar global menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan aktivitas perdagangan aset kripto pada Agustus 2026. Menurutnya, harga Bitcoin meningkat sekitar 25 persen pada bulan tersebut.

Kenaikan itu kembali menarik aktivitas investor ritel, baik dari kalangan yang sebelumnya sudah bertransaksi maupun pengguna baru. "Kami melihat kenaikan transaksi kripto pada Agustus 2026 terutama didorong oleh membaiknya sentimen global yang langsung berdampak ke harga aset kripto. Bitcoin adalah penggeraknya," ujar Yudho dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Kondisi makro ekonomi global turut mempengaruhi sentimen pasar. Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda, sementara harga minyak turun dan arus dana institusional kembali masuk ke produk ETF Bitcoin.

Arus Masuk ETF Bitcoin Cetak Rekor Sepanjang 2026

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar 3,52 miliar dollar AS pada Agustus. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang 2026 dan meningkat jauh dibandingkan arus masuk sebesar 172 juta dollar AS pada Juli.

"Arus dana sebesar ini memberi sinyal kepercayaan ke pasar, termasuk ke investor di Indonesia yang sangat memperhatikan pergerakan pasar global," kata Yudho.

Faktor teknikal juga memberi dorongan. Yudhono mencatat posisi short yang terlikuidasi pada Agustus mencapai 6,55 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan posisi long yang terlikuidasi sebesar 3,16 miliar dollar AS. Kondisi itu dapat mempercepat pergerakan harga ketika Bitcoin menembus level psikologis tertentu, salah satunya saat kembali melewati level 80.000 dollar AS.

Transaksi di FLOQ Ikut Naik 15 Persen

Kenaikan aktivitas pasar nasional tercermin pada perdagangan di FLOQ. Yudho mengatakan nilai transaksi di platform tersebut meningkat sekitar 15 persen secara bulanan pada Agustus dibandingkan Juli.

"Secara umum tren di FLOQ sejalan dengan pasar nasional. Pada Agustus 2026, nilai transaksi di FLOQ mencatatkan kenaikan sekitar 15 persen secara mtm dibandingkan Juli. Kenaikan ini terutama terjadi pada paruh kedua Agustus, saat Bitcoin kembali menembus level US$80.000," ujarnya.

Meski begitu, Yudho mengingatkan kenaikan transaksi tidak terjadi setiap bulan. Aktivitas perdagangan aset kripto sangat dipengaruhi volatilitas harga dan kondisi pasar. "Kalau ditanya apakah transaksi selalu naik, tentu tidak. Transaksi kripto sangat dipengaruhi volatilitas harga, dan kami juga merasakan koreksi di bulan-bulan saat pasar sedang lesu, seperti Juli lalu," katanya.

Dari sisi basis pengguna, jumlah pengguna terdaftar FLOQ hampir mencapai 2 juta dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. "Bagi kami, basis pengguna yang terus bertambah adalah fondasi penting. Ketika sentimen pasar membaik, aktivitas transaksi bisa pulih lebih cepat," tutur Yudho.

Pasar Masih Sensitif terhadap Kebijakan The Fed dan Geopolitik

Yudho mengingatkan pasar aset kripto masih sensitif terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik. Investor diminta mempertimbangkan risiko dan bertransaksi melalui platform aset kripto yang terdaftar serta diawasi OJK.

Peningkatan transaksi pada Agustus menjadi sinyal pemulihan setelah beberapa bulan lesu. Namun keberlanjutannya akan bergantung pada pergerakan harga Bitcoin dan arah kebijakan suku bunga global dalam beberapa bulan mendatang.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: adiwarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks