BPJS Ketenagakerjaan Sultra Perkuat Jaminan Pekerja Saat Hari Buruh

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:27:26 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Sultra menggelar kegiatan edukatif memperkuat perlindungan pekerja pada Hari Buruh 2026.

Kendari — BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara ikut merayakan Hari Buruh Internasional 2026 dengan serangkaian aktivitas edukatif di pelataran Tugu Religi Sultra. Peringatan May Day tahun ini menjadi momentum evaluasi jangkauan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja formal dan informal di provinsi ini.

Acara yang berlangsung Jumat (1/5/2026) menghadirkan jalan santai, senam sehat, pengundian doorprize, dan penyerahan santunan simbolis kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran institusi jaminan sosial ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi penguatan perlindungan pekerja.

Jaminan Sosial hingga Wilayah Terpencil

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara Luky Julianto mengungkapkan bahwa negara harus hadir secara nyata di tengah pekerja melalui berbagai program perlindungan komprehensif. Program yang tersedia mencakup lima pilar utama: Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

"Kami hadir hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah-tengah pekerja melalui berbagai program perlindungan. Dengan adanya Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan, pekerja dapat bekerja dengan rasa aman, tenang, dan bebas dari kecemasan," ujar Luky Julianto.

Tantangan ke depan adalah memperluas jangkauan perlindungan hingga menjangkau pekerja di wilayah pelosok Sulawesi Tenggara. Ekspansi ini memerlukan kolaborasi intensif dari berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi Multipihak untuk Ekosistem Kerja Sehat

Luky Julianto menekankan bahwa sinergi yang kuat akan menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan mendorong terwujudnya kesejahteraan pekerja. Kolaborasi ini mencakup advokasi kepada pelaku usaha untuk mempercepat pendaftaran pekerja, terutama di sektor informal yang masih minim cakupan.

Peran pemerintah daerah menjadi kunci dalam mendorong kepatuhan terhadap kewajiban jaminan sosial bagi pengusaha. Dengan dukungan penuh dari berbagai lapis, target cakupan perlindungan pekerja di Sulawesi Tenggara dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Solidaritas dan Martabat Pekerja

Dalam penutup pernyataannya, Luky Julianto mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Buruh sebagai momentum memperkuat solidaritas. Pesan utamanya menekankan bahwa pekerja yang bermartabat adalah investasi untuk bangsa yang kuat.

"Selamat Hari Buruh 2026. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas. Buruh bermartabat, bangsa kuat," tutup Luky Julianto.

Reporter: Reza Maulana
Back to top