Pencarian

Viral Guru TK Tampar Orang Tua Murid di Kendari, Pemicunya Chat Soal Karakter Anak di Grup WA

Kamis, 21 Mei 2026 • 14:55:05 WIB
Viral Guru TK Tampar Orang Tua Murid di Kendari, Pemicunya Chat Soal Karakter Anak di Grup WA
Guru TK Mulia Islam di Kendari dipecat setelah menampar orang tua murid yang mempertanyakan chat soal karakter anak.

KENDARI — Peristiwa guru menampar orang tua murid di Kendari, Sulawesi Tenggara, berbuntut panjang. Pelaku berinisial AI, seorang guru honorer di TK Mulia Islam, telah dipecat oleh pihak yayasan setelah videonya ramai beredar dan menuai kecaman publik.

Penanggung jawab TK Mulia Islam, Lisnawati, mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi pada 30 April 2026. Pemicunya adalah percakapan di grup WhatsApp yang berisi guru dan para orang tua murid.

Pemicu: Chat Soal Karakter Anak di Grup Sekolah

Menurut Lisnawati, masalah berawal saat AI menulis pesan di grup yang menyebutkan bahwa “karakter anak sama dengan karakter orang tua”. Pesan itu dianggap menyinggung oleh sejumlah orang tua murid.

“Awalnya itu dari grup, chat tentang karakter anak. Setelah itu saling balas chat, lalu orang tua murid datang ke sekolah mempertanyakan kenapa hal seperti itu ditulis di grup,” kata Lisnawati saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Kronologi: Orang Tua Datang ke Sekolah, Guru Langsung Bereaksi

Keesokan harinya, sejumlah orang tua murid, termasuk HM, mendatangi TK Mulia Islam untuk meminta klarifikasi. Mereka ingin tahu maksud dari isi pesan yang disampaikan AI di grup sekolah.

“Orang tua murid datang ke sekolah mempertanyakan, lalu guru tersebut keluar menjelaskan kenapa ada chat seperti itu sampai akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Lisnawati.

Dari penjelasan yang disampaikan, pertemuan antara guru dan orang tua murid itu berlangsung panas hingga berujung pada aksi penamparan yang kemudian direkam dan viral di media sosial.

Sanksi Tegas: Guru Langsung Dipecat

Pihak sekolah mengaku tidak tinggal diam. Setelah video penamparan menyebar luas dan menjadi sorotan, manajemen TK Mulia Islam bersama yayasan mengambil keputusan tegas.

“Setelah kejadian itu kami bersama guru-guru dan pihak yayasan mengambil keputusan untuk memberhentikan ibu guru tersebut dari sekolah kami,” kata Lisnawati.

AI sendiri diketahui telah mengajar sebagai guru honorer di TK Mulia Islam selama kurang lebih empat tahun. Meski sudah dipecat, kasus ini tidak berhenti di situ. Korban, HM, diketahui telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Upaya Damai dan Jalur Hukum Berjalan Berdampingan

Pihak sekolah mengaku masih berupaya melakukan mediasi agar persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, laporan polisi dari pihak korban tetap berjalan.

“Iya, kalau soal laporan itu memang sepertinya sudah dilaporkan. Tadi malam saya juga syok lihat videonya viral, dan kami mencoba bagaimana supaya bisa dimediasi untuk damai,” tutup Lisnawati.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait proses penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru TK tersebut.

Bagikan
Sumber: tirtamedia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks