Koki di Kendari Ikuti Sertifikasi Chef de Partie Program MBG

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:19:02 WIB
Puluhan koki di Kendari mengikuti sertifikasi Chef de Partie untuk standarisasi pemenuhan gizi.

KENDARI — Puluhan tenaga profesional di sektor kuliner menjalani uji kompetensi intensif guna mendukung standarisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan bertajuk Pelatihan dan Sertifikasi Chef MBG dengan skema Chef de Partie ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada Jumat hingga Sabtu (8–9 Mei 2026).

Inisiatif tersebut digagas oleh Perkumpulan Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) Sultra yang menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jasa Boga Nusantara. Fokus utamanya adalah memastikan setiap hidangan dalam program nasional tersebut memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang ketat.

Sertifikasi Jadi Syarat Wajib Badan Gizi Nasional

Ketua Apkulindo Sultra, H. Rahman Rahim menjelaskan bahwa kepemilikan sertifikat kompetensi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar bagi para pengelola dapur gizi. Hal ini berkaitan langsung dengan regulasi yang ditetapkan oleh otoritas pusat dalam menjamin mutu asupan masyarakat.

“Saya harapkan standarisasi chef SPPG MBG ini benar-benar terwujud. Ke depan, seluruh chef SPPG di Sultra harus memiliki sertifikasi karena ini menjadi syarat dari BGN. Mereka juga diharapkan mampu memasak sesuai standar yang telah ditentukan,” ujar Rahman Rahim, Sabtu (9/5/2026).

Rahman menambahkan, langkah ini merupakan upaya konkret untuk memastikan layanan pemenuhan gizi di Sulawesi Tenggara telah memenuhi ketentuan teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Para peserta yang dinyatakan kompeten nantinya berhak menyandang gelar non-akademik Certified Chef de Partie (CCDP).

Uji Kompetensi Teknis dan Higienitas di Dapur Hotel

Pelaksanaan sertifikasi dibagi dalam dua fase utama. Pada hari pertama, sebanyak 25 chef dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara menerima pendalaman materi teori serta pengisian dokumen asesmen mandiri (APL). Tahap ini krusial untuk memetakan sejauh mana pemahaman koki terhadap prosedur kerja standar nasional.

Memasuki hari kedua, para peserta langsung diuji di area dapur hotel dengan pengawasan asesor profesional. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggunaan atribut lengkap seperti apron, masker, dan penutup kepala, hingga teknik pengolahan menu yang mengedepankan aspek higienitas.

Pihak LSP Jasa Boga Nusantara menekankan bahwa skema Chef de Partie merupakan jenjang karier yang sangat menentukan dalam manajemen dapur. Selain keterampilan teknis memasak, aspek sikap kerja dan kemampuan menjaga kebersihan area kerja menjadi poin utama dalam menentukan kelulusan peserta.

Melalui penguatan kompetensi ini, Sulawesi Tenggara diharapkan mampu mencetak tenaga kerja kuliner yang tidak hanya mahir mengolah rasa, tetapi juga profesional dalam menjamin kualitas gizi secara berkelanjutan. Program ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan implementasi program MBG di tingkat daerah.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: corongsultra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top