KENDARI — Enam wilayah di Sulawesi Tenggara yang dilanda banjir mulai menerima pasokan pangan darurat dari pemerintah provinsi. Sebanyak 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng didistribusikan secara serentak melalui gudang Bulog di Kota Kendari, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, dan Konawe Utara.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan respons cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir. “Ini gerak cepat pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak. Pangan harus kita kedepankan,” ujarnya.
Mekanisme penyaluran bantuan ini berbeda dengan bantuan sosial biasa. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Nismawati, menjelaskan bahwa jumlah beras yang diterima setiap keluarga dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga. Satu jiwa mendapat jatah 2,1 kilogram beras.
“Kalau ada 10 jiwa dalam satu rumah maka mendapat 21 kilogram beras. Kalau tiga jiwa berarti 6,3 kilogram. Jadi distribusinya harus benar-benar disesuaikan dengan data korban,” jelas Nismawati saat menerima bantuan di Kendari.
Proses pendistribusian di Kota Kendari dilakukan di gedung eks media center Rujab Wali Kota Kendari. Beras yang masih dalam karung 50 kilogram harus dikemas ulang sebelum disalurkan ke warga melalui Dinas Sosial hingga tingkat RT.
Ari Sismanto menegaskan bahwa bantuan diberikan kepada seluruh warga terdampak banjir tanpa perbedaan perlakuan. Data korban di masing-masing daerah menjadi dasar penentuan jumlah bantuan yang dialokasikan. “Semua masyarakat terdampak kita bantu. Tidak ada yang dibedakan,” tegasnya.
Beras yang disalurkan merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari pusat yang harus segera dikeluarkan dari gudang Bulog sesuai arahan. Pemerintah memastikan penyaluran akan dilakukan bertahap hingga seluruh masyarakat terdampak banjir menerima bantuan.
Salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan adalah proses pengemasan ulang. Beras masih dalam karung berukuran 50 kilogram sehingga perlu dipisahkan sesuai jumlah penerima di setiap rumah tangga. Nismawati mengakui proses ini cukup menantang, terutama di tengah kondisi darurat pascabanjir.
Meski demikian, pemerintah memastikan bantuan mulai diterima warga pada hari yang sama dengan pendistribusian. “Insya Allah masyarakat sudah mulai menerima bantuan pangan hari ini,” kata Ari Sismanto.
Banjir yang melanda enam daerah di Sulawesi Tenggara dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan ribuan rumah terendam dan warga kehilangan akses terhadap bahan pangan. Bantuan darurat ini diharapkan dapat meringankan beban warga hingga kondisi kembali normal.