SULAWESI TENGGARA — Kondisi pasar otomotif di Negeri Tirai Bambu yang berubah cepat memaksa Honda mengambil langkah penyelamatan bisnis yang cukup ekstrem. Pabrikan asal Jepang ini dilaporkan tengah melakukan penyesuaian besar-besaran terhadap lini produksinya, termasuk menghentikan penjualan beberapa model yang sebelumnya menjadi pilar di segmen masing-masing.
Beberapa model yang dipastikan terkena dampak langsung adalah Honda ZR-V, Honda Fit, Accord e:PHEV, hingga SUV listrik e:NS1. Berdasarkan laporan Sina Finance, Honda ZR-V yang baru meluncur pada 2022 bahkan sudah mulai menghilang dari kanal promosi resmi di tingkat dealer. Untuk menghabiskan stok yang tersisa, dealer melakukan obral besar-besaran dengan memangkas harga ZR-V dari 210.000 yuan menjadi hanya 84.800 yuan (sekitar Rp188 juta).
Nasib serupa menimpa Honda Fit yang selama ini dikenal sebagai hatchback populer. Dealer Honda di China dilaporkan telah menutup keran pemesanan baru sejak awal 2026. Saat ini, jaringan penjualan hanya fokus menghabiskan unit yang tersedia di gudang. Kebijakan ini juga berlaku untuk Honda LIFE, yang merupakan model kembaran dari Fit di pasar tersebut.
Sedan hybrid Accord e:PHEV pun tidak luput dari tekanan. Meski belum ada pengumuman resmi mengenai penghentian produksi secara total, Honda mulai mengurangi volume produksi baru sedan ini. Langkah clearance sale dengan diskon signifikan sudah dilakukan sejak awal tahun untuk menjaga arus kas di level retail.
Langkah efisiensi ini merupakan respons langsung terhadap performa pasar yang memburuk. Pada April 2026, Honda hanya mencatatkan penjualan sebanyak 22.595 unit di seluruh China. Angka tersebut menunjukkan kejatuhan sebesar 48,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, rapor merah Honda terlihat dari total penjualan periode Januari hingga April 2026 yang hanya mencapai 145.065 unit. Perolehan ini turun 28 persen secara year-on-year. Tren penurunan yang konsisten ini memicu manajemen untuk merombak struktur manufaktur mereka secara fundamental.
Restrukturisasi ini berdampak pada fasilitas manufaktur fisik. Pabrik GAC Honda yang berlokasi di Huangpu, Guangzhou, dijadwalkan berhenti beroperasi sepenuhnya pada Juni 2026. Tidak berhenti di situ, pabrik Dongfeng Honda di Wuhan juga masuk dalam daftar penutupan yang direncanakan pada 2027 mendatang.
Pemangkasan kapasitas produksi mesin pembakaran internal (ICE) dari 1,2 juta unit menjadi 720 ribu unit per tahun mencerminkan sulitnya Honda bersaing dengan pabrikan domestik. Agresivitas merek lokal China seperti BYD, Geely, Chery, hingga pemain baru seperti Xiaomi di segmen kendaraan listrik dan hybrid telah menggerus pangsa pasar yang selama ini dikuasai pabrikan Jepang.
Mengapa Honda menghentikan produksi banyak model di China?
Penurunan penjualan yang mencapai 48,3 persen pada April 2026 memaksa Honda melakukan restrukturisasi besar-besaran. Dominasi merek lokal China di segmen mobil listrik membuat model konvensional Honda kehilangan daya saing.
Apakah pabrik Honda di China akan ditutup semua?
Tidak semua, namun terjadi pengurangan kapasitas yang signifikan. Pabrik GAC Honda di Huangpu dijadwalkan tutup pada Juni 2026, diikuti pabrik Dongfeng Honda di Wuhan pada 2027 sebagai bagian dari efisiensi produksi.